Bagi sebagian pengungsi, handphone menjadi alat penting untuk memastikan kondisi keluarga yang berada di lokasi berbeda. Dengan adanya akses internet gratis, mereka dapat melakukan panggilan video call menggunakan WhatsApp atau mengirim pesan, maupun berbagi kabar mengenai kondisi mereka setelah gempa.
“WiFi ini bantu kami menghubungi keluarga. Kami bisa kasih kabar kondisi kami,” ujar Agnes seorang pengungsi.
WiFi gratis yang berada di pengungsian terpusat Sikka di Gelora Samador ini disediakan Telkom Group sebagai bentuk kepedulian kepada korban gempa NTT.
Akses Wifi gratis ini dimanfaatkan warga untuk berbagai keperluan. Mulai dari menghubungi keluarga dan kerabat, mendapatkan informasi, hingga sekadar mencari hiburan untuk mengisi waktu selama berada di tenda pengungsian.
Tak hanya WiFi gratis, Telkom Group melalui anak usahanya Telkomsel memberikan dukungan akses komunikasi melalui pembagian voucher internet 4 GB dan kartu perdana dengan kuota 7 GB. Bantuan tersebut dibagikan setiap hari kepada pengungsi sehingga mereka tetap memiliki akses untuk berkomunikasi selama berada di tempat pengungsian.
Bantuan konektivitas ini menjadi sesuatu yang sederhana, tetapi memiliki arti penting bagi warga yang sedang menghadapi situasi sulit. Di tengah kondisi rumah yang rusak dan aktivitas sehari-hari yang harus dilakukan dari tenda, akses internet memberikan ruang bagi pengungsi untuk tetap berkomunikasi dengan orang-orang terdekat.
Bagi anak-anak dan remaja, internet juga menjadi sarana hiburan. Setelah menjalani hari dengan suasana pengungsian yang serba terbatas, mereka memanfaatkan koneksi internet untuk menonton video, bermain gim, berselancar di media sosial, maupun menikmati berbagai hiburan melalui telepon genggam.
Di sudut-sudut tenda, pemandangan warga yang duduk bersama sambil memegang handphone menjadi hal yang biasa. Ada yang serius melakukan panggilan video dengan keluarganya, ada yang membaca pesan, sementara yang lain sekadar menikmati hiburan untuk mengusir kejenuhan.
Bantuan tersebut menunjukkan bahwa dalam situasi bencana, kebutuhan masyarakat bukan hanya soal makanan, air bersih, tempat tinggal sementara, dan perlengkapan darurat. Konektivitas juga menjadi bagian penting dari pemulihan, karena komunikasi membantu warga memperoleh informasi, menjaga hubungan dengan keluarga, sekaligus memberikan sedikit ruang hiburan di tengah situasi yang penuh ketidakpastian.
Bagi para pelajar bantuan ini sangat bermanfaat selama kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara daring. "Aktivitas belajar di sekolah dialihkan ke online jadi sangat membantu," ungkap Melisa.
(Salah satu remaja di pengungsian tetap belajar di dalam tenda. Foto: medcom.id/Syahrul Ramadhan)
Bagi para pengungsi, WiFi gratis dan bantuan kuota bukan sekadar akses internet. Lebih dari itu, konektivitas menjadi jembatan yang menghubungkan mereka dengan keluarga, informasi, dan kehidupan di luar tenda.
Di tengah keterbatasan akibat gempa, sebuah sinyal internet yang hadir di antara deretan tenda ternyata mampu menghadirkan rasa terhubung—sebuah hal sederhana yang menjadi berarti ketika sebagian warga sedang berjuang untuk kembali bangkit.
Bagi para pengungsi, WiFi gratis dan bantuan kuota bukan sekadar akses internet. Lebih dari itu, konektivitas menjadi jembatan yang menghubungkan mereka dengan keluarga, informasi, dan kehidupan di luar tenda.
Di tengah keterbatasan akibat gempa, sebuah sinyal internet yang hadir di antara deretan tenda ternyata mampu menghadirkan rasa terhubung—sebuah hal sederhana yang menjadi berarti ketika sebagian warga sedang berjuang untuk kembali bangkit.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda