Jakarta: Hari Internet yang diperingati setiap 29 Oktober menjadi momentum untuk melihat perkembangan konektivitas digital, termasuk kecepatan internet Indonesia dibandingkan negara-negara lain di Asia Tenggara.
Di tengah kebutuhan internet untuk bekerja, belajar, hingga menikmati hiburan digital, kecepatan koneksi menjadi salah satu faktor yang semakin diperhatikan masyarakat. Namun, seberapa cepat internet Indonesia jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga? Apakah Indonesia mampu bersaing dengan negara lain di Asia Tenggara, atau justru masih tertinggal?
Mengacu pada Speedtest Global Index edisi September 2026 dari Ookla, Indonesia menempati peringkat ke-65 dunia untuk kecepatan internet seluler (mobile), dengan kecepatan unduh median 70,77 Mbps. Sementara itu, untuk kategori internet tetap (fixed broadband), Indonesia berada di peringkat ke-112 dunia dengan kecepatan unduh median 52,62 Mbps.
Dalam perbandingan kecepatan internet tetap di Asia Tenggara, Singapura berada di posisi teratas dengan kecepatan unduh median 476,02 Mbps. Thailand menyusul dengan 303,68 Mbps, diikuti Vietnam sebesar 297,64 Mbps dan Malaysia sebesar 181,24 Mbps. Filipina mencatat 119,03 Mbps, sedangkan Brunei Darussalam mencapai 85,67 Mbps.
Sementara itu, kecepatan unduh median Laos tercatat 60,71 Mbps, sementara Kamboja mencatat 54,94 Mbp. Indonesia dengan 52,62 Mbps, masih di atas Myanmar sebesar 23,46 Mbps. Berdasarkan angka tersebut, Indonesia menempati posisi ke-9 dari 10 negara Asia Tenggara.
Baca Juga :
29 Oktober Hari Internet Sedunia, Ini Sejarah dan Fakta Menariknya
Kecepatan Bukan Satu-satunya Ukuran Kualitas Internet
Kecepatan internet berpengaruh terhadap pengalaman pengguna saat mengunduh dokumen, melakukan panggilan video, menonton video beresolusi tinggi, hingga menggunakan layanan berbasis cloud computing.
Namun, kecepatan unduh bukan satu-satunya indikator kualitas koneksi. Kecepatan unggah, latensi, kestabilan jaringan, serta pemerataan akses juga memengaruhi pengalaman pengguna sehari-hari.
Karena itu, peringkat kecepatan internet dapat menjadi salah satu indikator untuk melihat posisi Indonesia dalam perkembangan infrastruktur digital regional. Data tersebut sekaligus menunjukkan bahwa peningkatan kualitas jaringan dan pemerataan konektivitas masih menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem digital Indonesia. (Wisa Irena Br Sitepu)
Jakarta: Hari
Internet yang diperingati setiap 29 Oktober menjadi momentum untuk melihat perkembangan konektivitas digital, termasuk kecepatan internet Indonesia dibandingkan negara-negara lain di Asia Tenggara.
Di tengah kebutuhan internet untuk bekerja, belajar, hingga menikmati hiburan digital, kecepatan koneksi menjadi salah satu faktor yang semakin diperhatikan masyarakat. Namun, seberapa cepat internet Indonesia jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga? Apakah Indonesia mampu bersaing dengan negara lain di Asia Tenggara, atau justru masih tertinggal?
Mengacu pada Speedtest Global Index edisi September 2026 dari Ookla, Indonesia menempati peringkat ke-65 dunia untuk kecepatan internet seluler
(mobile), dengan kecepatan unduh median 70,77 Mbps. Sementara itu, untuk kategori internet tetap
(fixed broadband), Indonesia berada di peringkat ke-112 dunia dengan kecepatan unduh median 52,62 Mbps.
Dalam perbandingan kecepatan internet tetap di Asia Tenggara, Singapura berada di posisi teratas dengan kecepatan unduh median 476,02 Mbps. Thailand menyusul dengan 303,68 Mbps, diikuti Vietnam sebesar 297,64 Mbps dan Malaysia sebesar 181,24 Mbps. Filipina mencatat 119,03 Mbps, sedangkan Brunei Darussalam mencapai 85,67 Mbps.
Sementara itu, kecepatan unduh median Laos tercatat 60,71 Mbps, sementara Kamboja mencatat 54,94 Mbp. Indonesia dengan 52,62 Mbps, masih di atas Myanmar sebesar 23,46 Mbps. Berdasarkan angka tersebut, Indonesia menempati posisi ke-9 dari 10 negara Asia Tenggara.
Kecepatan Bukan Satu-satunya Ukuran Kualitas Internet
Kecepatan internet berpengaruh terhadap pengalaman pengguna saat mengunduh dokumen, melakukan panggilan video, menonton video beresolusi tinggi, hingga menggunakan layanan berbasis
cloud computing.
Namun, kecepatan unduh bukan satu-satunya indikator kualitas koneksi. Kecepatan unggah, latensi, kestabilan jaringan, serta pemerataan akses juga memengaruhi pengalaman pengguna sehari-hari.
Karena itu, peringkat kecepatan internet dapat menjadi salah satu indikator untuk melihat posisi Indonesia dalam perkembangan infrastruktur digital regional. Data tersebut sekaligus menunjukkan bahwa peningkatan kualitas jaringan dan pemerataan konektivitas masih menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem digital Indonesia.
(Wisa Irena Br Sitepu)
(ANN)