Jakarta: Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 meminta pihak sekolah memasifkan pengawasan kasus covid-19. Pengawasan penting untuk mengantisipasi temuan kasus covid-19 dari pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas meluas.
"Pemerintah mendorong pihak sekolah untuk menggencarkan pencatatan dan pelaporan kasus secara aktif," kata juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam telekonferensi, Selasa, 23 November 2021.
Wiku mencontohkan pencatatan testing covid-19 secara periodik. Kemudian, segera melakukan pelacakan kontak erat bila ada yang terpapar covid-19.
"Pihak sekolah harus memastikan implementasi protokol kesehatan (prokes) bagi seluruh unsur di sekolah," kata dia.
Wiku menegaskan prokes harus diterapkan mulai dari rumah, di perjalanan, dan saat beraktivitas di sekolah. PTM terbatas juga mesti diselaraskan dengan cakupan vaksinasi.
"Terutama, tenaga pendidik dan anak sekolah yang memenuhi kriteria divaksin," kata dia.
Baca: Lonjakan Kasus Menghambat Transisi Pandemi ke Endemi Covid-19
Sebelumnya, juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulon Progo Baning Rahayujati mengatakan selama pelaksanaan surveilans tahap pertama, pihaknya mencatat ada 94 siswa yang terkonfirmasi positif di 54 sekolah yang melaksanakan surveilans. Rinciannya, terdiri dari 55 siswa SD, 11 siswa SMP, dan 28 siswa SMA.
Atas temuan itu, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulon Progo menutup sementara sekolah dengan temuan kasus positif cukup banyak. Gugus tugas juga melakukan tindak lanjut dengan penelusuran kepada kontak erat para siswa yang dinyatakan positif.
"Sampai hari terakhir surveilans tahap pertama, untuk temuannya ada 94 siswa yang positif atau empat persen dari total sampel yang sudah diuji sebanyak 2.221 orang," ujar Baning.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan