Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo dan Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil menandatangani nota kesepahaman tentang Reforma Agraria di Jakarta, Senin, 15 April 2019 (Foto:Dok.Kemendes PDTT)
Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo dan Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil menandatangani nota kesepahaman tentang Reforma Agraria di Jakarta, Senin, 15 April 2019 (Foto:Dok.Kemendes PDTT)

Program Sertifikasi Lahan Percepat Penurunan Angka Kemiskinan

Nasional Berita Kemendes PDTT
M Studio • 15 April 2019 16:52
Jakarta: Program sertifikasi lahan dinilai telah membantu peningkatan pertumbuhan ekonomi perdesaan dan kawasan transmigrasi. Diharapkan program yang menjadi bagian dari reforma agraria ini membantu percepatan pengurangan angka kemiskinan.
 
"Banyak transmigran yang berpuluh tahun menjadi transmigran tidak mendapatkan sertifikat. Sekarang bisa dapat sertifikat," ujar Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo pada acara penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman antara Kemendes PDTT dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tentang Reforma Agraria di Jakarta, Senin, 15 April 2019.
 
Sertifikat lahan yang diberikan tersebut banyak dimanfaatkan masyarakat untuk meminjam uang di bank. Uangnya kemudian digunakan untuk permodalan usaha.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Masyarakat di desa terpencil sekarang bisa menggunakan sertifikat mereka untuk membuka usaha atau membangun desanya masing-masing," ujar Menteri Eko.
 
Dijelaskan Menteri Eko, angka kemiskinan di kota mengalami penurunan cukup signifikan, yakni dari 1,82 juta menjadi 1,2 juta jiwa penurunan kemiskinan di Indonesia.
 
Hal ini berbanding jauh dengan penurunan kemiskinan di perkotaan yang mencapai 580 ribu jiwa. Menteri Eko meyakini, reforma agraria akan membantu mempercepat penurunan angka kemiskinan.
 
"Pendapatan masyarakat desa mengalami peningkatan dari Rp572 ribu per kapita pada tahun 2013 menjadi Rp804 ribu per kapita pada tahun 2018. Diharapkan sertifikasi ini bisa terus meningkatkan pendapatan masyarakat di desa. Kerja ini bukan hanya dari Kemendes PDTat saja, tapi juga hasil dari kerja keras Kementerian ATR/BPN, kementerian/lembaga lain dan swasta," ujarnya.
 
Terkait hal tersebut, Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil mengatakan, keberhasilan program sertifikasi lahan adalah bukti bahwa birokrasi mampu menyelesaikan hal yang awalnya dianggap tidak mungkin. Ia menargetkan, sebanyak 11-12 juta sertifikat lahan selesai tahun ini.
 
"Kemarin, saya membagikan sertifikat di Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Ada salah satu perwakilan dari transmigran yang mengambil sertifikat itu cucunya, karena kakeknya yang dulu transmigran sudah meninggal, dan ayahnya juga sudah meninggal. Selama ini mereka tidak pernah mendapatkan perhatian berupa pemberian sertifikat dari pemerintah," ucap Sofyan Djalil.
 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif