NasDem Hadirkan Lima Simposium Jelang HUT ke-15.
NasDem Hadirkan Lima Simposium Jelang HUT ke-15.

NasDem Hadirkan Lima Simposium Jelang HUT ke-15, dari Reforma Agraria hingga Partai Politik Modern

Muhammad Syahrul Ramadhan • 31 Oktober 2026 09:37
Ringkasnya gini..
  • Reforma agraria menjadi isu pembuka dengan persoalan yang tidak sederhana.
  • NasDem menargetkan forum tersebut menghasilkan rekomendasi untuk memperkuat pelaksanaan reforma agraria.
  • Simposium kedua bertema Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dengan Industri Manufaktur.
Jakarta: Ketimpangan penguasaan tanah, daya saing industri, hingga keberpihakan hukum kepada kelompok rentan menjadi sejumlah isu yang akan dibahas Partai NasDem menjelang ulang tahun ke-15. Melalui lima rangkaian simposium pada November 2026, partai ini hendak menghimpun gagasan lintas sektor untuk merumuskan jawaban atas berbagai persoalan publik.

Dewan Pimpinan Pusat Partai NasDem menjadwalkan rangkaian forum tersebut berlangsung pada 4–24 November 2026. Pemerintah, anggota parlemen, akademisi, pelaku usaha, organisasi masyarakat sipil, mahasiswa dan berbagai kelompok masyarakat akan dilibatkan dalam pembahasan sejumlah isu strategis.

Simposium pertama akan mengangkat tema Memperkuat Reforma Agraria untuk Keadilan Sosial, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat. Forum ini berlangsung di Ballroom NasDem Tower, Jakarta, pada Rabu, 4 November 2026, pukul 13.30–16.30 WIB.

Reforma agraria menjadi isu pembuka dengan persoalan yang tidak sederhana. Selain menyangkut penataan penguasaan dan kepemilikan tanah, agenda ini berkaitan dengan konflik agraria, kepastian hukum, serta perlindungan hak masyarakat. Penataan aset perlu diikuti pembukaan akses produktif agar tanah dapat menjadi sumber kesejahteraan, bukan sekadar objek kepemilikan.

Ketua Komisi II DPR RI dari Fraksi NasDem, Rifqinizamy Karsayuda, dijadwalkan menjadi pembicara kunci. Forum ini juga akan menghadirkan Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Ossy Dermawan, mantan Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil, Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria Roni Septian Maulana, serta Nur Amalia dari DPP Petani NasDem. Diskusi akan dipandu Muchtar Luthfi Mutty, mantan Bupati Luwu Utara dua periode.

NasDem menargetkan forum tersebut menghasilkan rekomendasi untuk memperkuat pelaksanaan reforma agraria, mengurangi ketimpangan penguasaan tanah, dan mendorong penyelesaian konflik. Dialog antara pemerintah, DPR, dan masyarakat sipil diharapkan membuka ruang bagi kebijakan yang lebih berkeadilan.

Dari persoalan tanah, pembahasan berlanjut ke sektor industri. Simposium kedua bertema Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dengan Industri Manufaktur dijadwalkan berlangsung pada Senin, 9 November 2026.
 
Forum ini akan membahas peran industri manufaktur dalam menopang pertumbuhan ekonomi dan memperkuat daya saing nasional dengan pembicara kunci Kapoksi Fraksi NasDem Komisi VII DPR RI Yoyok Riyo Sudibyo. Sejumlah narasumber yang dijadwalkan hadir ialah anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi NasDem, Asep Wahyuwijaya; Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Tommy Andana; Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian Tri Supondy; serta Wakil Sekretaris Umum DPN Asosiasi Pengusaha Indonesia Anggana Bunawan. Forum ini dipandu Arlinda pakar perdagangan internasional Indonesia yang telah berkarier selama 37 tahun di Kementerian Perdagangan Republik Indonesia

Pada hari yang sama, NasDem mengagendakan simposium ketiga bertajuk Politik Legislasi Partai NasDem: Memperjuangkan yang Tertinggal. Tema ini menempatkan fungsi legislasi sebagai instrumen untuk memperjuangkan hak kelompok masyarakat yang selama ini belum memperoleh perlindungan secara memadai.

Ketua DPP NasDem sekaligus Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI Martin Manurung dan Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya dijadwalkan menjadi narasumber. Forum ini juga direncanakan melibatkan aktivis dan akademisi yang berkaitan dengan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual Mariah Ulfah Anshor, Koordinator Nasional Jaringan Nasional Advokasi Pekerja Rumah Tangga Lita Anggraini, serta perwakilan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara atau koalisi pengawalan Rancangan Undang-Undang Masyarakat Adat Abdon Nababan. Wakil Ketua Umum Saan Mustopa akan menjadi pembicara kunci dan diskusi dipandu oleh Anggota Baleg DPR RI Rudianto Lallo. 

Pembahasan legislasi tersebut akan menyoroti pentingnya produk hukum yang tidak berhenti pada prosedur pembentukan undang-undang, tetapi juga menjawab kebutuhan masyarakat. Perlindungan pekerja rumah tangga, masyarakat adat, dan korban kekerasan seksual menjadi bagian dari isu yang direncanakan masuk dalam diskusi.

Sementara itu, simposium keempat tentang perdamaian internasional dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 24 November 2026, forum ini akan membahas kedaulatan negara, kerjasama selatan-selatan dan kontribusi menata pendekatan baru dukungan tatanan demokrasi global kini dan mendatang dengan pembicara kunci Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Christiawan Nasir. Adapun pembawa materi Anggota Fraksi NasDem Komisi I DPR RI Amelia Anggraini, Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri: Heru Hartanto Subolo, dan Dubes RI Untuk Singapura periode 2020-2025, Tommy Suryopratomo. Fasilitator diskusi adalah Leonard Samosir (Jurnalis Senior Metro TV).

Tujuan forum ini mengeksplorasi bagaimana negara-negara Global South dapat memperkuat demokrasi, tata kelola pemerintahan, dan kerja sama internasional dengan tetap menjaga prinsip kedaulatan, non-intervensi, serta menghormati keberagaman sistem politik dan budaya.

Simposium kelima dilaksanakan pada hari yang sama dengan tema Partai Politik Modern untuk Generasi Masa Depan. Forum ini akan membahas tantangan pembaruan partai politik di tengah perubahan sosial, perkembangan teknologi, dan dinamika aspirasi generasi muda, diawali pembicara kunci oleh Ketua Umum Garda Pemuda NasDem Prananda Surya Paloh. Ada lima pembicara dalam forum ini, Dosen FISIP Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr. Wawan Mas’udi, Peneliti Ahli Muda BRIN Mouliza Donna Kristhopher Sweinstani, S.IP., M.I.P., Jurnalis Senior Saur Hutabarat. 

Melalui rangkaian simposium tersebut, NasDem berupaya menjadikan peringatan hari jadinya bukan semata-mata seremoni organisasi, melainkan juga ruang pertukaran gagasan mengenai arah kebijakan publik.

Lima agenda yang telah dirinci itu mencakup persoalan mendasar dalam kehidupan bernegara: distribusi sumber daya, penguatan ekonomi, perlindungan hak melalui legislasi, dan masa depan demokrasi melalui pembaruan partai politik.


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(RUL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>