Jakarta: Situasi darurat terjadi di perairan Bali setelah KMP Putri Yasmin (YDGJ) yang melayani rute Padangbai–Lembar mengalami kebakaran pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 04.20 WITA.
Begitu menerima laporan, dikutip dari Infopublik, Kamis, 13 Agustus 2026, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut langsung bergerak. Tim gabungan mengirimkan informasi darurat ke kapal-kapal di sekitar lokasi sekaligus mengerahkan armada pertolongan untuk membantu proses evakuasi penumpang dan kru.
Plt Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Benoa, I Ketut Aries Nakula Mandiana, mengatakan respons pertama dilakukan melalui Vessel Traffic Services (VTS) Benoa dan Stasiun Radio Pantai (SROP) Padangbai.
“Sesaat setelah informasi diterima pada pukul 04.20 WITA, VTS Benoa dan SROP Padangbai langsung memancarkan siaran berita marabahaya atau broadcast MAYDAY sebanyak tiga kali,” ujarnya.
Sederhananya, MAYDAY adalah sinyal darurat yang digunakan kapal saat menghadapi kondisi yang mengancam keselamatan dan membutuhkan bantuan segera.
Tak berhenti di situ, VTS Benoa juga langsung berkoordinasi dengan VTS Lembar agar informasi kebakaran cepat diteruskan. Kantor SAR Denpasar kemudian mengerahkan unit RIB Nusa Penida menuju lokasi kejadian.
Dari sisi Lembar, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Lembar juga ikut memperkuat proses penanganan. Koordinasi dilakukan bersama tim SAR NTB dan berbagai unsur maritim untuk membantu evakuasi.
“Kami di KSOP Lembar bersama tim di lapangan, termasuk koordinasi bersama SAR NTB, mengambil langkah tanggap darurat untuk mendukung evakuasi dari sisi wilayah Lembar,” kata Kepala KSOP Kelas II Lembar Syamsurizal.
Kapal di Sekitar Lokasi Ikut Bantu
Dalam situasi seperti ini, kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi juga punya peran penting.
Berdasarkan pemantauan SROP Padangbai serta SROP/VTS Lembar, sejumlah kapal langsung bergerak memberikan bantuan awal setelah menerima informasi keadaan darurat. Beberapa di antaranya adalah Port Link 2 ASDP, KMP Muryati, MT Debby, dan MT Yello Park.
“Keterlibatan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi merupakan bagian penting dari respons terhadap keadaan darurat dan mendukung upaya pertolongan yang sedang dilakukan,” ujarnya.
Hingga informasi ini disampaikan, VTS Benoa, SROP Padangbai, VTS Lembar, dan KSOP Lembar masih melakukan pemantauan secara real-time serta membantu mengatur komunikasi lalu lintas kapal di sekitar lokasi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses evakuasi dan penanganan KMP Putri Yasmin berjalan aman dan terkendali.
Kemenhub juga memastikan perkembangan terbaru terkait insiden tersebut akan disampaikan secara berkala berdasarkan informasi resmi yang telah terkonfirmasi dari lapangan. Buat pengguna jasa penyeberangan dan masyarakat yang beraktivitas di laut, Kemenhub kembali mengingatkan bahwa keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama dalam setiap perjalanan.
Jakarta: Situasi darurat terjadi di perairan Bali setelah KMP Putri Yasmin (YDGJ) yang melayani rute Padangbai–Lembar mengalami
kebakaran pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 04.20 WITA.
Begitu menerima laporan, dikutip dari Infopublik, Kamis, 13 Agustus 2026, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut langsung bergerak. Tim gabungan mengirimkan informasi darurat ke kapal-kapal di sekitar lokasi sekaligus mengerahkan armada pertolongan untuk membantu proses evakuasi penumpang dan kru.
Plt Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Benoa, I Ketut Aries Nakula Mandiana, mengatakan respons pertama dilakukan melalui Vessel Traffic Services (VTS) Benoa dan Stasiun Radio Pantai (SROP) Padangbai.
“Sesaat setelah informasi diterima pada pukul 04.20 WITA, VTS Benoa dan SROP Padangbai langsung memancarkan siaran berita marabahaya atau broadcast MAYDAY sebanyak tiga kali,” ujarnya.
Sederhananya, MAYDAY adalah sinyal darurat yang digunakan kapal saat menghadapi kondisi yang mengancam keselamatan dan membutuhkan bantuan segera.
Tak berhenti di situ, VTS Benoa juga langsung berkoordinasi dengan VTS Lembar agar informasi kebakaran cepat diteruskan. Kantor SAR Denpasar kemudian mengerahkan unit RIB Nusa Penida menuju lokasi kejadian.
Dari sisi Lembar, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Lembar juga ikut memperkuat proses penanganan. Koordinasi dilakukan bersama tim SAR NTB dan berbagai unsur maritim untuk membantu evakuasi.
“Kami di KSOP Lembar bersama tim di lapangan, termasuk koordinasi bersama SAR NTB, mengambil langkah tanggap darurat untuk mendukung evakuasi dari sisi wilayah Lembar,” kata Kepala KSOP Kelas II Lembar Syamsurizal.
Kapal di Sekitar Lokasi Ikut Bantu
Dalam situasi seperti ini, kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi juga punya peran penting.
Berdasarkan pemantauan SROP Padangbai serta SROP/VTS Lembar, sejumlah kapal langsung bergerak memberikan bantuan awal setelah menerima informasi keadaan darurat. Beberapa di antaranya adalah Port Link 2 ASDP, KMP Muryati, MT Debby, dan MT Yello Park.
“Keterlibatan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi merupakan bagian penting dari respons terhadap keadaan darurat dan mendukung upaya pertolongan yang sedang dilakukan,” ujarnya.
Hingga informasi ini disampaikan, VTS Benoa, SROP Padangbai, VTS Lembar, dan KSOP Lembar masih melakukan pemantauan secara real-time serta membantu mengatur komunikasi lalu lintas kapal di sekitar lokasi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses evakuasi dan penanganan KMP Putri Yasmin berjalan aman dan terkendali.
Kemenhub juga memastikan perkembangan terbaru terkait insiden tersebut akan disampaikan secara berkala berdasarkan informasi resmi yang telah terkonfirmasi dari lapangan. Buat pengguna jasa penyeberangan dan masyarakat yang beraktivitas di laut, Kemenhub kembali mengingatkan bahwa keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama dalam setiap perjalanan.
(SAW)