Jakarta: Speech delay adalah keterlambatan kemampuan anak dalam berbicara anak yang berdampak pada gangguan berkomunikasi. Kurangnya interaksi dan aktivitas soal menjadi sebab dari fenomena ini.
Kurangnya interaksi juga dapat disebabkan oleh konsumsi gawai yang berlebihan pada anak. Ketua UKK Neurologi IDAI, Setyo Handryastuti mengatakan, terdapat beberapa ciri-ciri yang dialami anak bergejala speech delay.
"Pada usia satu tahun , itu sudah mulai bicara tiga sampai lima kata. Pada umur dua tahun, itu satu kalimat dengan satu sampai dua kata," ujar Setyo, dalam Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Selasa, 12 Oktober 2021.
Bila anak belum bisa memenuhi batasan kata tersebut, maka orang tua harus segera mencermati apakah ada tanda-tanda lain dari gejala speech delay pada anaknya.
"Misalnya anak satu tahun ketika dipanggil namanya, dia tidak menoleh. Lalu, umur 18 bulan belum bisa kata-kata berarti, cuma bisa bubbling saja," imbuhnya.
Adapun faktor yang memengaruhi speech delay bermacam-macam. Diantaranya, gangguan bicara, autistis, gangguan pendengaran, atau bagian dari keterlambatan perkembangan menyeluruh.
Speech delay pada anak memerlukan penanganan dokter. Hal ini bertujuan menentukan terapi yang sesuai dengan diagnosa penyebab dari gejala yang dialami oleh anak. (Mentari Puspadini)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan