Foto: Ist
Foto: Ist

23 Tahun Yayasan Al Qohhar, Melanjutkan Amanat untuk Anak Yatim dan Yatim Piatu

Medcom • 03 Oktober 2026 10:00
Ringkasnya gini..
  • Selama 23 tahun, Yayasan Al Qohhar terus mendampingi anak yatim dan yatim piatu melalui berbagai program, mulai dari pendidikan, kesehatan, santunan, hingga pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
  • Perjalanan Yayasan Al Qohhar bermula dari sebuah majelis ta'lim yang dibina oleh guru dari Haji Robert Nitiyudo Wachjo. Saat itu, kegiatan yang dilakukan masih berfokus pada aktivitas keagamaan.
  • Setelah sang guru meninggal dunia, Haji Robert berupaya meneruskan amanat yang ditinggalkan. Amanat tersebut adalah mengurus anak yatim dan yatim piatu serta memperhatikan kehidupan para lansia atau jompo.
Sawangan: Selama 23 tahun, Yayasan Al Qohhar terus mendampingi anak yatim dan yatim piatu melalui berbagai program, mulai dari pendidikan, kesehatan, santunan, hingga pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Perjalanan Yayasan Al Qohhar bermula dari sebuah majelis ta'lim yang dibina oleh guru dari Haji Robert Nitiyudo Wachjo. Saat itu, kegiatan yang dilakukan masih berfokus pada aktivitas keagamaan.

Setelah sang guru meninggal dunia, Haji Robert berupaya meneruskan amanat yang ditinggalkan. Amanat tersebut adalah mengurus anak yatim dan yatim piatu serta memperhatikan kehidupan para lansia atau jompo.

Amanat itu kemudian diwujudkan melalui proses pengurusan legalitas hingga Yayasan Al Qohhar resmi berdiri pada 9 Juli 2003.

Sejak saat itu, kegiatan Al Qohhar berkembang. Perhatian kepada anak yatim dan yatim piatu tidak hanya diberikan dalam bentuk santunan, tetapi juga melalui berbagai program yang berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, tempat tinggal, dan kebutuhan sehari-hari.

Mendampingi Ratusan Anak

Hingga kini, Yayasan Al Qohhar tercatat telah mengasuh dan mendampingi sekitar 865 anak yatim dan 387 anak yatim piatu.

Salah seorang anak asuh, Anaya Syakira Abimanyu, bergabung dengan Yayasan Al Qohhar sejak Juli 2024. Ia mengaku bersyukur mendapatkan perhatian dan dukungan selama menjadi bagian dari yayasan.

"Saya sangat bersyukur menjadi anak asuh di bawah Yayasan Al Qohhar. Ayah Robert sangat baik dan benar-benar menjadi sosok ayah bagi kami," ujar Anaya.

Menurut Anaya, dukungan yang diberikan tidak hanya berupa kebutuhan sehari-hari. Ia juga mendapatkan berbagai fasilitas pendukung pendidikan dan aktivitas, seperti telepon seluler, laptop, sepeda listrik, kasur, hingga les bahasa Inggris.

"Saya merasa beruntung menjadi anak asuh Yayasan Al Qohhar. Saya berharap Yayasan Al Qohhar selalu ada untuk kami, dan Ayah Robert selalu dalam lindungan Allah dan selalu diberikan kesehatan," katanya.

Bagi Haji Robert, perhatian kepada anak yatim dan yatim piatu tidak cukup hanya dengan memberikan santunan. Berbagai kebutuhan yang menyertai kehidupan mereka juga perlu diperhatikan.

Karena itu, Yayasan Al Qohhar memberikan dukungan kepada anak-anak yang tetap tinggal dan diasuh kerabat terdekat di rumah masing-masing.

Bantuan tersebut mencakup beasiswa, renovasi rumah, pendampingan persoalan di sekolah, serta pemantauan kesehatan secara berkala.

Yayasan juga menyediakan kunjungan rutin tim psikolog dan tenaga medis, klinik dokter umum dan dokter gigi, hingga akses rumah sakit spesialis bagi anak yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Sejumlah kondisi medis yang pernah mendapatkan pendampingan antara lain jantung bocor, spina bifida, retinal detachment, dan leukemia.

"Dari awal amanatnya memang untuk mengurus anak yatim dan yatim piatu. Jadi bukan hanya soal memberikan santunan. Anak-anak ini punya banyak kebutuhan. Pendidikan, kesehatan, makanan, tempat tinggal, semuanya harus diperhatikan," ujar Ketua Yayasan Al Qohhar Kartono Warigogung.

Kehadiran Sosok Ayah


Selama lebih dari dua dekade, kedekatan Haji Robert dengan anak-anak asuh Yayasan Al Qohhar juga semakin terbangun.

Bagi sejumlah anak yang kehilangan sosok ayah, kehadiran Haji Robert tidak hanya dirasakan melalui bantuan yang diberikan. Ia juga hadir dalam kehidupan mereka dengan memberikan perhatian dan memastikan berbagai kebutuhan mereka terpenuhi.

Kartono mengatakan hubungan tersebut terbentuk melalui proses pendampingan yang berlangsung selama bertahun-tahun.

"Pak Haji ingin anak-anak ini mendapatkan apa yang memang mereka butuhkan. Jadi bukan sekadar datang memberikan santunan lalu selesai. Kalau ada yang sekolah, kita pikirkan sekolahnya. Kalau ada yang sakit, kita pikirkan pengobatannya. Kebutuhan sehari-hari juga diperhatikan," kata Kartono.

Menurut dia, kedekatan yang terbangun membuat anak-anak memandang Haji Robert sebagai bagian dari keluarga.

"Anak-anak juga sudah menganggap Pak Haji sebagai orang tua. Jadi hubungan yang terbentuk selama bertahun-tahun ini bukan hanya hubungan antara yayasan dan penerima bantuan, tetapi sudah seperti keluarga," ujarnya.


Melanjutkan Amanat


Perjalanan Yayasan Al Qohhar selama 23 tahun menunjukkan perkembangan sebuah lembaga yang berawal dari kegiatan keagamaan di sebuah majelis ta'lim.

Setelah resmi berdiri pada 2003, Al Qohhar mengembangkan berbagai program untuk mendampingi anak yatim dan yatim piatu. Program tersebut mencakup santunan, pendidikan, fasilitas pesantren, hingga bantuan dan pendampingan kesehatan.

Perhatian juga diberikan kepada kelompok lansia atau jompo melalui pemberian sembako secara rutin. Namun, anak yatim dan yatim piatu tetap menjadi salah satu fokus utama yayasan.

Bagi Yayasan Al Qohhar, pendampingan tidak berhenti pada pemberian bantuan. Kehadiran, perhatian, pendidikan, kesehatan, dan dukungan terhadap masa depan anak menjadi bagian dari proses yang terus dijalankan.

Selama 23 tahun, amanat yang diterima Haji Robert dari gurunya terus diteruskan melalui pendampingan terhadap anak-anak yatim dan yatim piatu. Tujuannya agar kehilangan orang tua tidak membuat mereka kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan, kasih sayang, perhatian, dan kehidupan yang layak.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASM)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>