Jakarta: Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Bina Adwil Kemendagri), Safrizal ZA, mengapresiasi aksi cepat personel pemadam kebakaran (Damkar) yang membersihkan tempat-tempat publik dari abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Aksi personel damkar di Lampung dan berbagai daerah lain menjadi bukti kehadiran negara dalam situasi bencana.
“Terima kasih kepada personel Damkar atas partisipasi aktif tersebut. Damkar tidak hanya hadir pada pemadaman kebakaran tapi juga pada penanggulangan bencana alam,” kata Safrizal, Senin (7/9).
Ia menambahkan, Damkar yang berada di bawah pembinaan Ditjen Bina Adwil memiliki salah satu tugas pokok yakni pencegahan kebakaran melalui sosialisasi, edukasi, dan berbagai upaya pencegahan untuk meminimalkan risiko terjadinya kebakaran di lingkungan masyarakat.
“Tugas pokok Damkar lainnya yakni menyelamatkan korban jiwa, harta benda, serta melakukan evakuasi pada insiden kebakaran maupun keadaan darurat lainnya, termasuk bencana alam, kecelakaan, serta penyelamatan hewan dan barang berharga,” sambungnya.
Damkar Lampung Selatan, Kota Bandar Lampung, Kota Bogor, dan lain-lain secara aktif menyemprot jalan, membersihkan fasilitas umum, hingga ke rumah sakit. Penyemprotan ini untuk mengurangi material abu yang mengendap di berbagai permukaan.
“Damkar bisa berkolaborasi dengan Polri yang memiliki mobil penyemprotan untuk bersama-sama membersihkan abu vulkanik yang berbahaya bagi kesehatan warga,” ajak Safrizal.
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda terpantau menyebar ke lima provinsi yakni Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, dan Bengkulu.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan