Jakarta: Maskapai TransNusa mulai menurunkan harga tiket pesawat menyusul turunnya harga avtur (fuel) dalam beberapa waktu terakhir. Penyesuaian ini berlaku untuk penerbangan domestik.
Group Chief Executive Officer TransNusa Aviation, Dato Bernard Francis, mengatakan penurunan harga tiket dilakukan setelah biaya bahan bakar pesawat mulai melandai. Menurutnya, harga tiket maskapai juga harus tetap kompetitif di tengah persaingan industri penerbangan.
"Sebab semester pertama harga fuelnya meloncat tinggi karena masalah-masalah di dunia. Tapi kita sekarang merasa harganya sudah turun kurang lebih 15-20 persen. Harga tiket juga akan menyusul ikut harga fuel,” ujar Dato Bernard Francis saat ditemui di Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026.
Ia menambahkan, penyesuaian harga sudah mulai diterapkan untuk penerbangan domestik. "Harganya sudah turun untuk sementara ini. Untuk domestiknya kita sudah turunkan 10 persen. So, internasional kita harus jadi kompetitif berbanding dengan masyarakat lain,” jelasnya.
Bisnis TransNusa Alami Pertumbuhan
Di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang, Dato Bernard mengatakan bisnis TransNusa justru tetap menunjukkan pertumbuhan. Menurutnya, meningkatnya minat masyarakat bepergian ke destinasi di Asia Tenggara turut mendorong kenaikan jumlah penumpang maskapai.
"Jadi untuk Transnusa, bisnis kita masih aman dan meningkat. Sebab kita juga menambah penerbangan, bisnis kita menambah hampir 20%,” ungkap Dato Bernard.
Ke depannya, TransNusa berencana menambah armada serta meningkatkan frekuensi penerbangan, terutama pada rute-rute yang sudah beroperasi seperti Singapura, Malaysia, dan sejumlah destinasi domestik.
"Kita tidak mau membuka banyak rute-rute baru dalam keadaan ekonomi yang tidak balance, ya. Kita fokusnya tempat kita yang sudah terbang, kita akan meningkatkan frekuensinya,” tutupnya.
Jakarta: Maskapai
TransNusa mulai menurunkan harga tiket pesawat menyusul turunnya harga avtur (fuel) dalam beberapa waktu terakhir. Penyesuaian ini berlaku untuk penerbangan domestik.
Group Chief Executive Officer TransNusa Aviation, Dato Bernard Francis, mengatakan penurunan harga tiket dilakukan setelah biaya bahan bakar pesawat mulai melandai. Menurutnya, harga tiket maskapai juga harus tetap kompetitif di tengah persaingan industri penerbangan.
"Sebab semester pertama harga fuelnya meloncat tinggi karena masalah-masalah di dunia. Tapi kita sekarang merasa harganya sudah turun kurang lebih 15-20 persen. Harga tiket juga akan menyusul ikut harga fuel,” ujar Dato Bernard Francis saat ditemui di Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026.
Ia menambahkan, penyesuaian harga sudah mulai diterapkan untuk penerbangan domestik. "Harganya sudah turun untuk sementara ini. Untuk domestiknya kita sudah turunkan 10 persen. So, internasional kita harus jadi kompetitif berbanding dengan masyarakat lain,” jelasnya.
Bisnis TransNusa Alami Pertumbuhan
Di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang, Dato Bernard mengatakan bisnis TransNusa justru tetap menunjukkan pertumbuhan. Menurutnya, meningkatnya minat masyarakat bepergian ke destinasi di Asia Tenggara turut mendorong kenaikan jumlah penumpang maskapai.
"Jadi untuk Transnusa, bisnis kita masih aman dan meningkat. Sebab kita juga menambah penerbangan, bisnis kita menambah hampir 20%,” ungkap Dato Bernard.
Ke depannya, TransNusa berencana menambah armada serta meningkatkan frekuensi penerbangan, terutama pada rute-rute yang sudah beroperasi seperti Singapura, Malaysia, dan sejumlah destinasi domestik.
"Kita tidak mau membuka banyak rute-rute baru dalam keadaan ekonomi yang tidak balance, ya. Kita fokusnya tempat kita yang sudah terbang, kita akan meningkatkan frekuensinya,” tutupnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda(PRI)