NEWSTICKER
Sejumlah anggota TNI berjaga di perairan Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu/Antara/Akbar Nugroho Gumay.
Sejumlah anggota TNI berjaga di perairan Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu/Antara/Akbar Nugroho Gumay.

Kopaska dan Polair Sterilisasi Perairan Pulau Sebaru

Nasional Virus Korona virus corona
Antara, M Sholahadhin Azhar • 27 Februari 2020 22:56
Jakarta: Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan Satuan Polisi Perairan (Sat Polair) berkoordinasi melakukan sterilisasi perairan Pulau Sebaru. Kedua satuan itu menempati posko penjagaan terluar.
 
"Pengamanan pada Ring 1 dan Ring 2. Ring 1 di sekitar pulau, laut Ring 2 nanti dijaga Pasukan Katak dan Polair," kata Panglima TNI, Hadi Thjahjanto di Pulau Sebaru, dikutip dari Antara, Kamis, 27 Februari 2020.
 
Baca:Ombak Tinggi di Pulau Sebaru

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, Kopaska dan Polair di bawah komando Tim Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad). Tim gabungan TNI, Polri, BNPB, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Luar Negeri berjumlah 763 personel dan menyiapkan wilayah observasi di Ring 2.
 
“Termasuk dapur umum tidak masuk di Ring 1, melainkan Ring 2 sehingga akan menjadi lebih steril di sana,” kata Hadi.
 
Kopaska dan Polair Sterilisasi Perairan Pulau Sebaru
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Idham Aziz di Pulau Sebaru/Antara/Virna P Setyorini
 
Dia mengimbau nelayan tak mendekati pulau selama 14 hari masa observasi. Imbauan Hadi juga disampaikan Polair yang berjaga.
 
Sementara itu, Kapolri Jenderal Idham Azis menyebut pengamanan maksimal dilakukan di Ring 2. Aktivitas warga dipantau supaya tak mendekati Pulau Sebaru.
 
Baca:Pulau Sebaru akan Dilengkapi Karaoke Selama Observasi
 
Idham berterima kasih pada Bupati Kepulauan Seribu Husein Murad dan jajarannya. Sebab Murad ikut membantu sosialisasi dan membantu penerimaan 188 Warga Negara Indonesia (WNI) anak buah kapal (ABK) World Dream.
 
Murad mengamini hal itu. Dia telah melakukan sosialisasi secara optimal pada masyarakat sekitar. Warga, kata Murad, sudah memahami observasi demi kepentingan bersama.
 
"Yang dibawa ke sini kan yang sehat," kata Murad.
 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif