Sejumlah pekerja memasang beton sambung Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) untuk pembangunan hunian tetap (huntap) komunal bagi korban banjir di Desa Kebun Tanah Terban, Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu, 4 November 2026. Foto: dok. Satgas PRR/Antara Aceh/De
Sejumlah pekerja memasang beton sambung Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) untuk pembangunan hunian tetap (huntap) komunal bagi korban banjir di Desa Kebun Tanah Terban, Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu, 4 November 2026. Foto: dok. Satgas PRR/Antara Aceh/De

2.212 Huntap Komunal Aceh Tamiang Mulai Dibangun, Gunakan Teknologi Tahan Gempa

Annisa ayu artanti • 05 November 2026 16:24
Ringkasnya gini..
  • Sebanyak 2.212 huntap di Aceh Tamiang mulai dibangun menggunakan teknologi RISHA yang dirancang tahan gempa.
  • Huntap dirancang setara tipe 42 dengan dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur, dan lahan seluas 96 meter persegi.
Jakarta: Pembangunan 2.212 hunian tetap (huntap) komunal di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, menggunakan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) yang dirancang tahan gempa, mulai dilakukan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP) untuk menyediakan tempat tinggal yang layak bagi penyintas pascabencana.

Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang Ajie Lingga mengatakan pembangunan telah dimulai di sejumlah lokasi dari wilayah hulu hingga hilir. Program ini menjadi bagian dari pemulihan hunian bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.

“Jumlah target pembangunan huntap Kementerian PKP pada tahun ini sebanyak 2.212 unit,” kata Ajie dikutip pada Kamis, 5 November 2026.

Salah satu pekerjaan berlangsung di Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru, pada lahan milik Pemkab Aceh Tamiang di kawasan eks panti jompo seluas sekitar empat hektare. Pengawas keselamatan dan kesehatan kerja proyek, Windi, mengatakan pihaknya mendapat kontrak pembangunan 160 unit dengan melibatkan sekitar 120 pekerja dan target penyelesaian Desember 2026.

“Struktur RISHA ini menggunakan beton pabrikasi. Konstruksinya lebih kuat dan fleksibel,” ujar Windi. Rumah dibangun menggunakan komponen beton pracetak yang dirangkai melalui sistem sambungan pelat besi dan baut.
Pembangunan juga berjalan di Desa Kebun Tanah Terban, Kecamatan Karang Baru. Pengawas K3 proyek, Rizal, menjelaskan paket Huntap 06 yang ditanganinya mencakup 167 unit di dua lokasi bersebelahan, dengan total lahan sekitar 4,5 hektare.

Untuk mempercepat pekerjaan, pelaksana mengerahkan tiga alat berat dan lebih dari 100 pekerja. Penambahan tenaga akan disesuaikan dengan kebutuhan konstruksi, sementara material seperti rangka baja dan penutup atap telah disiapkan.

“Targetnya Desember selesai. Pekerja RISHA akan terus ditambah sesuai kebutuhan di lapangan. Stok material seperti rangka baja dan seng juga sudah tersedia,” kata Rizal.

Menurut Rizal, rumah pada paket tersebut menggunakan struktur beton sambung dan dinding bata ringan, dengan dua kamar tidur, satu kamar mandi, serta dapur di dalam bangunan. Setiap unit dirancang setara tipe 42 di atas lahan 96 meter persegi. Kawasan juga direncanakan dilengkapi balai pertemuan, musala, tempat penampungan sampah, dan sarana olahraga.

Selain melalui Kementerian PKP, penyediaan huntap komunal mendapat dukungan Polri sebanyak 250 unit di Kecamatan Kejuruan Muda serta Yayasan Buddha Tzu Chi sebanyak 500 unit di Desa Simpang Empat Upah, Kecamatan Karang Baru. Dukungan berbagai pihak tersebut melengkapi upaya pemenuhan kebutuhan hunian masyarakat terdampak.

Pemerintah juga memfasilitasi pembangunan huntap melalui BNPB dengan skema in situ, yakni di atas tanah milik warga yang rumahnya rusak berat. Ajie menyebut target skema tersebut mencapai 2.500 unit, dengan besaran bantuan mengikuti surat keputusan penetapan penerima.


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>