Naskah ikrar Sumpah Pemuda yang menjadi simbol persatuan pemuda Indonesia pada 28 Oktober 1928. (Dok. Museum Sumpah Pemuda)
Naskah ikrar Sumpah Pemuda yang menjadi simbol persatuan pemuda Indonesia pada 28 Oktober 1928. (Dok. Museum Sumpah Pemuda)

Isi Ikrar Sumpah Pemuda Lengkap

Muhammad Syahrul Ramadhan • 27 Oktober 2026 14:48
Ringkasnya gini..
  • Ikrar Sumpah Pemuda terdiri dari tiga pernyataan tentang satu tanah air, satu bangsa, dan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
  • Naskah asli Sumpah Pemuda dikenal sebagai Poetoesan Congres Pemoeda-Pemoeda Indonesia tahun 1928.
  • Sumpah Pemuda lahir dari Kongres Pemuda II pada 27–28 Oktober 1928 untuk memperkuat persatuan dalam perjuangan kemerdekaan.
Jakarta: Ikrar Sumpah Pemuda merupakan salah satu tonggak penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Ikrar yang dicetuskan pada 28 Oktober 1928 ini menegaskan semangat persatuan melalui tiga hal utama, yakni satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa persatuan.

Ikrar tersebut merupakan hasil keputusan Kongres Pemuda II yang berlangsung pada 27–28 Oktober 1928 di Jakarta.

Berikut isi ikrar Sumpah Pemuda: 

Isi Ikrar Sumpah Pemuda

Berikut teks ikrar Sumpah Pemuda merujuk laman resmi Museum Sumpah Pemuda.

Pertama
Kami putera dan puteri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu tanah Indonesia

Kedua
Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia

Ketiga
Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia

Ketiga ikrar tersebut menegaskan tekad para pemuda untuk membangun persatuan di tengah perbedaan latar belakang daerah, suku, bahasa, dan budaya.
 

Naskah Asli Sumpah Pemuda Tahun 1928

Sumpah Pemuda tidak memiliki naskah autentik dalam bentuk teks yang persis sama dengan versi yang dikenal sekarang. Naskah yang dianggap autentik adalah Poetoesan Congres Pemoeda-Pemoeda Indonesia tahun 1928.

Dalam ejaan lama, bagian keputusan kongres tersebut berbunyi:

Pertama
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe, bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.

Kedoea
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.

Ketiga
Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Naskah tersebut merupakan bagian dari keputusan Kongres Pemuda II yang menjadi dasar ikrar Sumpah Pemuda. Ejaan yang digunakan berbeda dari bahasa Indonesia modern karena mengikuti sistem penulisan pada masa itu.

(Ellen Octovia Suherman)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(RUL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>