Eco Fashion Week Indonesia 2018

BAZNAS Pamerkan Pemberdayaan Batik

M Studio 30 November 2018 21:55 WIB
BAZNAS
BAZNAS Pamerkan Pemberdayaan Batik
BAZNAS memamerkan tenun karya mustahik dari Kabupaten Ende, dan batik karya mustahik dari Tuban pada Eco Fashion Week Indonesia 2018 (Foto:Dok.BAZNAS)
Jakarta: BAZNAS memamerkan tenun karya mustahik dari Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), serta batik karya mustahik dari Tuban, Jawa Timur, pada acara Eco Fashion Week Indonesia yang diselenggarakan di Gedung Kebangkitan Nasional, Jakarta Pusat, 30 November-2 Desember 2018.

Tenun dan batik ini merupakan hasil produk dari program pemberdayaan Zakat Community Development (ZCD) BAZNAS.

Kepala Divisi Pendayagunaan BAZNAS Randi Swandaru mengatakan, dunia fesyen saat ini berkembang pesat. Dengan ikut sertanya hasil kerajinan para mustahik diharapkan akan meningkatkan produktivitas dan penghasilan para pengrajin.


"Kain batik dan tenun merupakan karya agung khas Indonesia yang mendunia. Dengan produk-produk ini BAZNAS berharap mustahik dapat turut berperan dalam pelestarian khasanah budaya," kata Randi, dalam siaran persnya.

Pemberdayaan zakat yang dilakukan BAZNAS tidak hanya di daerah perkotaan saja, tapi juga mencapai pelosok Indonesia yang memiliki potensi. Program ZCD yang dikembangkan BAZNAS di Desa Mbuliloo, Kabupaten Ende, NTT, dilakukan karena di desa tersebut memiliki potensi unggul di bidang fesyen.

Namun, menurut Randi, masih banyak pembuat tenun di Desa Mbuliloo yang hidup di bawah garis kemiskinan. Kondisi ini menggugah BAZNAS bersama komunitas Sahabat Pulau Indonesia untuk menginisiasi program pemberdayaan.

Dalam melakukan pemberdayaan produk fesyen tersebut, BAZNAS turut mendukung upaya perlindungan alam sesuai konsep Zakat on SDGs (Sustainable Development Goals).

Selama beberapa bulan, BAZNAS melakukan pembinaan pengrajin tenun dengan melatih penggunaan warna alam, benang khusus, dan tema khusus sesuai permintaan konsumen yang sedikit dimodifikasi lebih trendi.

"Hasil karya para mustahik dari pelatihan itu ditampilkan di acara ini, produk-produknya menggunakan pewarna alam dan fashion berbasis alam atau ecofashion," katanya.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id