BPOM Pertajam Pengawasan di 2019
Kepala BPOM Penny Kusumastuti (tengah) memperlihatkan ribuan pak kosmetik ilegal di Serang, Banten, Selasa (27/3/2018). Foto: Antara/Asep Fathulrahman
Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI akan mempertajam pengawasan pada 2019. Pembahasan mengenai kinerja setahun ke depan ini dilakukan dalam Musyawarah Nasional (Munas) 2018.

Kepala BPOM Penny K Lukito menetapkan empat arah kebijakan BPOM tahun depan. Menurutnya, tantangan pengawasan obat dan makanan, baik internal, eksternal, serta kebijakan nasional, semakin berat.

"Maka ditetapkan empat arah kebijakan sebagai dasar perencanaan BPOM pada 2019," ujar Penny di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Senin 7 Mei 2018.


Empat arah kebijakan tersebut antara lain penguatan kewenangan dan kapasitas BPOM RI. Hal tersebut akan dilakukan secara efektif mulai dari pengawasan hulu ke hilir, serta tindak lanjut hasil pengawasan terhadap obat dan makanan.

Kedua, kata dia, pengembangan, pembinaan, dan fasilitasi industri obat dan makanan. "Ini untuk meningkatkan daya saing," ucap Penny.

Ketiga ialah peningkatan pemahaman dan peran masyarakat dalam membantu pengawasan obat dan makanan. Dan keempat, penguatan penegakan hukum terkait kejahatan di bidang obat dan makanan.

Pembukaan Munas BPOM 2018 dihadiri pengurus BPOM RI, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, perwakilan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Koordinator Perekonomian, Bappeda, serta Dinas Kesehatan.





(UWA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id