radisi Mubeng Beteng dalam rangka peringatan malam 1 Suro. (Instagram @dinaskebudayaandiy)
radisi Mubeng Beteng dalam rangka peringatan malam 1 Suro. (Instagram @dinaskebudayaandiy)

Jadwal Mubeng Beteng Malam 1 Suro di Yogyakarta, Ini Rangkaian Kegiatannya

Adri Prima • 15 Juni 2026 17:09
Ringkasnya gini..
  • Keraton Yogyakarta menggelar tradisi Mubeng Beteng pada malam 1 Sura 1960 Be sebagai sarana refleksi dan menyambut tahun baru Jawa.
  • Prosesi diawali pembacaan macapat, dilanjutkan tapa bisu mengelilingi benteng Keraton yang terbuka bagi masyarakat umum.
  • Peserta diimbau menjaga ketertiban dan kekhusyukan selama kegiatan sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi budaya Jawa.
Yogyakarta: Keraton Yogyakarta kembali menggelar tradisi Mubeng Beteng dalam rangka memperingati malam 1 Suro pada Selasa (16/6) malam hingga Rabu (17/6) dini hari. 
 
Tradisi tahunan yang biasanya diikuti ribuan peserta tersebut menjadi bagian dari Hajad Kawula Dalem yang diprakarsai Paguyuban Abdi Dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
 
Ketua Paguyuban Abdi Dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, KRT Kusumanegara, mengatakan tradisi Mubeng Beteng menjadi sarana refleksi bersama untuk menyambut tahun baru Jawa.

"Secara sosial dan kolektif, kami bersama-sama menjalankan lampah budaya mubeng beteng ini. Kami menyatukan rasa untuk melakukan refleksi bersama demi menyambut tahun baru yang lebih baik," ujar Kusumanegara, Senin, 15 Juni 2026.
 
Menurut dia, pelaksanaan kegiatan tersebut dalam beberapa tahun terakhir mendapat fasilitasi dari Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Prosesi juga terbuka bagi masyarakat umum yang ingin ikut serta.
 
Kusumanegara menjelaskan rangkaian acara diawali dengan pembacaan macapat di Kagungan Dalem Bangsal Pancaniti pada pukul 21.00 WIB. Kegiatan tersebut menjadi pengantar refleksi sekaligus doa menjelang pergantian tahun dalam penanggalan Jawa. Pembacaan macapat dijadwalkan berlangsung hingga pukul 23.00 WIB. Setelah itu, peserta akan melakukan persiapan untuk mengikuti tapa bisu atau perjalanan hening. Menjelang tengah malam, prosesi dilanjutkan dengan berjalan mengelilingi benteng Keraton sebagai simbol laku prihatin, introspeksi diri, dan penyambutan tahun baru Jawa. 
 
Kepada para peserta, pihak Keraton juga mengimbau penggunaan busana yang sesuai dengan nilai budaya yang diusung dalam kegiatan tersebut. 
 
"Mangga (silakan) seluruh abdi dalem yang akan bergabung, kami imbau untuk menggunakan busana pranakan dan kebaya jangkep. Bagi masyarakat umum, dapat bergabung dengan busana yang bebas, rapi, sopan, dan nyaman. Kami harapkan tidak memakai celana pendek," lanjut Kusumanegara.
 
Selama prosesi berlangsung, seluruh peserta diharapkan menjaga ketertiban dan suasana khidmat. Masyarakat juga diminta menghormati nilai-nilai budaya serta tradisi ketenangan yang menjadi bagian penting dari pelaksanaan Mubeng Beteng.
 
Melalui akun Instagram @kratonjogja, peringatan 1 Suro merupakan momentum reflektif dan kontemplatif bagi masyarakat Jawa. Bulan Suro yang menjadi bulan pertama dalam Kalender Jawa Sultanagungan dipandang sebagai waktu yang tepat untuk melakukan pembersihan diri dan mempersiapkan langkah memasuki tahun baru. 
 
Rangkaian kegiatan Mubeng Beteng
 
Selain Mubeng Beteng, rangkaian peringatan malam 1 Sura juga diisi sejumlah agenda budaya lainnya, antara lain: 
 
- Pergelaran Ringgit Wacucal Gedhog Cariyos Panji Lampahan "Jaya Berdangga", 
- Hajad Kawula Dalem Lampah Budaya Mubeng Beteng
- Hajad Dalem Jamasan Pusaka dan Rata.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(PRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>