Ilustrasi buah mangga segar yang dapat dikonsumsi. Foto: Pexels
Ilustrasi buah mangga segar yang dapat dikonsumsi. Foto: Pexels

6 Aturan Makan Mangga agar Tetap Sehat, Jangan Berlebihan

Muhammad Syahrul Ramadhan • 20 Oktober 2026 09:16
Ringkasnya gini..
  • Mangga mengandung vitamin, serat, dan antioksidan, tetapi porsinya tetap perlu diperhatikan agar pola makan seimbang.
  • Utamakan mangga utuh, cuci sebelum dikupas, dan batasi tambahan gula saat membuat jus atau olahan mangga.
  • Pengidap diabetes tetap bisa makan mangga dengan mengatur porsi dan memperhitungkan asupan karbohidrat harian.
Jakarta: Mangga menjadi salah satu buah yang banyak disukai karena rasanya manis, teksturnya lembut, dan mudah diolah menjadi berbagai hidangan. Buah ini bisa dikonsumsi langsung atau dijadikan jus, smoothie, hingga campuran salad buah.

Selain rasanya yang nikmat, mangga mengandung vitamin, serat, dan senyawa antioksidan yang dapat melengkapi kebutuhan nutrisi harian. Meski begitu, mengonsumsi mangga tetap perlu memperhatikan porsi dan cara penyajiannya.

Dilansir dari Halodoc, orang sehat umumnya boleh mengonsumsi mangga setiap hari selama jumlahnya wajar dan menjadi bagian dari pola makan seimbang.

Lantas, apa saja aturan makan mangga yang perlu diperhatikan? Berikut penjelasannya.

1. Perhatikan Porsi Mangga yang Dikonsumsi

Aturan pertama adalah mengonsumsi mangga dalam porsi yang wajar. Walaupun mengandung nutrisi yang bermanfaat, mangga juga memiliki karbohidrat dan gula alami.

Sebagai gambaran, satu porsi buah dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing orang. Panduan NHS menyebutkan bahwa satu porsi buah untuk orang dewasa umumnya sekitar 80 gram, dengan dua potong mangga berukuran sekitar 5 sentimeter sebagai salah satu contohnya.

Jumlah tersebut bukan batas maksimal untuk semua orang. Kebutuhan buah harian tetap bergantung pada pola makan, aktivitas, dan kondisi kesehatan.

Mengonsumsi mangga dalam jumlah berlebihan juga dapat membuat asupan energi dan gula meningkat. Karena itu, sebaiknya nikmati mangga sebagai bagian dari variasi buah harian, bukan satu-satunya sumber buah.

2. Pilih Mangga Segar dan Cuci Sebelum Dikonsumsi

Sebelum memakan mangga, pastikan buah dalam kondisi baik, tidak busuk, dan tidak menunjukkan tanda kerusakan yang mencurigakan.

Cuci mangga menggunakan air bersih sebelum dikupas atau dipotong. Langkah ini membantu mengurangi kotoran dan kontaminasi pada permukaan kulit yang berpotensi berpindah ke daging buah melalui pisau atau tangan.

Gunakan peralatan yang bersih ketika memotong mangga. Jika buah sudah dipotong dan tidak langsung dimakan, simpan di dalam wadah tertutup di lemari pendingin.

Hindari mengonsumsi bagian buah yang berjamur atau membusuk. Memotong bagian yang rusak saja belum tentu membuat seluruh buah aman dikonsumsi.

3. Utamakan Mangga Utuh daripada Jus dengan Tambahan Gula

Mangga dapat dinikmati dalam berbagai bentuk, tetapi buah utuh umumnya menjadi pilihan yang baik untuk konsumsi sehari-hari.

Ketika mangga dibuat menjadi jus, jumlah buah yang digunakan bisa lebih banyak daripada saat dimakan langsung. Jika ditambahkan gula pasir, sirup, atau susu kental manis, kandungan gula dan kalorinya pun meningkat.

Karena itu, jika ingin membuat jus atau smoothie mangga, batasi tambahan pemanis. Mengonsumsi buah utuh juga membantu mempertahankan struktur seratnya dan memudahkan pengaturan porsi.

Hal yang perlu diperhatikan bukan berarti semua olahan mangga harus dihindari, melainkan cara penyajian dan jumlah yang dikonsumsi.

4. Pengidap Diabetes Perlu Memperhatikan Asupan Karbohidrat

Mangga tidak otomatis menjadi buah yang dilarang bagi pengidap diabetes. Namun, buah ini mengandung karbohidrat yang dapat memengaruhi kadar gula darah.

Menurut Mayo Clinic, pengidap diabetes tidak harus menghindari semua buah yang rasanya manis. Hal yang penting adalah memperhatikan jumlah karbohidrat dalam setiap porsi dan menyesuaikannya dengan kebutuhan harian.

Pengidap diabetes sebaiknya mengatur porsi mangga, membatasi jus dengan pemanis tambahan, serta mengikuti rencana makan yang telah disusun bersama dokter atau ahli gizi.

Respons gula darah juga dapat berbeda pada setiap orang. Karena itu, tidak ada satu jumlah mangga yang otomatis cocok bagi seluruh pengidap diabetes.

5. Jangan Berlebihan Menambahkan Gula dan Susu Kental Manis

Mangga matang sudah memiliki rasa manis alami. Menambahkan gula, sirup, atau susu kental manis secara berlebihan dapat meningkatkan asupan gula dan kalori tanpa diperlukan untuk menikmati rasa buahnya.

Jika ingin membuat rujak, salad buah, atau minuman mangga, perhatikan bahan tambahan yang digunakan. Pilih penyajian sederhana agar rasa asli mangga tetap terasa.

Kebiasaan ini juga membantu menjaga pola makan tetap seimbang, terutama bagi orang yang sedang membatasi konsumsi gula tambahan.

6. Kenali Reaksi Tubuh setelah Makan Mangga

Sebagian besar orang dapat menikmati mangga tanpa masalah. Namun, pada sebagian orang, mangga dapat memicu reaksi alergi, termasuk gatal atau ruam di sekitar mulut dan kulit setelah bersentuhan dengan buah.

Konsumsi dalam jumlah banyak juga dapat menimbulkan keluhan pencernaan pada sebagian orang, seperti perut tidak nyaman atau diare.

Jika mengalami keluhan setelah makan mangga, hentikan konsumsi dan perhatikan gejalanya. Segera cari pertolongan medis apabila muncul tanda reaksi alergi berat, seperti sesak napas atau pembengkakan pada bibir, lidah, maupun tenggorokan.
(Ellen Octovia Suherman) 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(RUL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>