Pemerintah bersama tim SAR, TNI, Polri, dan relawan menangani banjir di Kota Padang, Sumatera Barat, serta membantu memenuhi kebutuhan warga terdampak.
Pemerintah bersama tim SAR, TNI, Polri, dan relawan menangani banjir di Kota Padang, Sumatera Barat, serta membantu memenuhi kebutuhan warga terdampak.

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Banjir Padang, Ratusan Warga Dievakuasi dan Bantuan Disalurkan

Adri Prima • 11 Oktober 2026 17:44
Ringkasnya gini..
  • Banjir melanda tiga kecamatan di Kota Padang, berdampak pada 498 jiwa dan menyebabkan 672 jiwa mengungsi.
  • Tim SAR gabungan telah mengevakuasi 238 jiwa, sementara pemerintah menyalurkan makanan, selimut, dan bantuan logistik.
  • Polri mengerahkan ratusan personel, menyiapkan posko kesehatan dan SAR, serta menjaga rumah warga yang ditinggalkan.
Jakarta: Pemerintah bergerak cepat menangani banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang, Sumatera Barat, setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut pada Sabtu (10/10/2026). 

Evakuasi warga, pendirian posko pengungsian, pelayanan kesehatan, hingga penyaluran bantuan kebutuhan dasar dilakukan untuk memastikan keselamatan dan membantu warga terdampak.

Upaya penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPBD, Polri, TNI, Basarnas, pemerintah daerah, serta relawan dan masyarakat. Petugas gabungan dikerahkan ke sejumlah lokasi terdampak untuk mengevakuasi warga, mendata dampak banjir, dan memenuhi kebutuhan para pengungsi.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Sumatera Barat pada Minggu (11/10) pukul 03.34 WIB, banjir masih menggenangi sejumlah permukiman. Pendataan dan evakuasi warga pun terus dilakukan seiring dengan perkembangan situasi di lapangan.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan menjelaskan, banjir melanda tiga kecamatan, yakni Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo, yang mencakup enam kelurahan, yaitu Kuranji, Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, Lubuk Minturun, Tabiang Banda Gadang, dan Gurun Laweh. Data sementara mencatat sekitar 225 kepala keluarga atau 498 jiwa terdampak banjir. Sementara itu, sebanyak 672 jiwa dilaporkan mengungsi di Kecamatan Kuranji. 

"Angka tersebut masih dalam proses pendataan dan pemutakhiran oleh petugas," kata Berton dalam keterangannya, Minggu (11/10).

Berton menambahkan, di tengah kondisi tersebut, tim SAR gabungan telah mengevakuasi 238 jiwa dari kawasan terdampak. Proses evakuasi dan kaji cepat dilakukan BPBD Kota Padang bersama berbagai unsur terkait untuk menjangkau warga yang membutuhkan pertolongan serta memastikan keselamatan mereka.

BNPB mencatat, para pengungsi saat ini tersebar di tiga lokasi. Sebanyak 367 jiwa berada di tenda pengungsian Lapau Munggu dan rumah warga, 250 jiwa menempati Mushalla Ar Ridwan Kampung Tangah, sedangkan 55 jiwa lainnya berada di Warung Jembatan Guo.

Selain penyelamatan warga, pemerintah juga mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat yang terdampak. Pemerintah sudah menyalurkan 500 bungkus nasi, sementara BPBD Kota Padang mendistribusikan 100 selimut untuk membantu warga selama berada di pengungsian.

Dukungan logistik juga diberikan Dinas Sosial Kota Padang berupa 23 dus mi instan, 30 paket makanan anak, 30 paket perlengkapan keluarga atau family kit, 16 paket pakaian anak, serta 30 unit atau lembar kasur. 

"Bantuan tersebut disalurkan ke wilayah Koto Tangah dan Kuranji sesuai dengan kebutuhan dan tujuan distribusi masing-masing instansi," kata Berton.
 

Polri Kerahkan Ratusan Personel, Siapkan Posko Kesehatan


Sejalan dengan upaya penanganan pemerintah daerah dan BNPB, Polri melalui Polda Sumatera Barat turut mengerahkan personel gabungan untuk mempercepat evakuasi dan memberikan perlindungan kepada masyarakat. Petugas diterjunkan ke sejumlah titik banjir, antara lain Perumahan Lumin Park, Kuranji, Goa, dan Sungai Lareh.

Ratusan personel dari Satuan Brimob, Direktorat Samapta, Direktorat Polisi Perairan dan Udara, Polresta Padang, serta unsur SAR dan Basarnas dilibatkan dalam penanganan tersebut. Mereka membantu proses evakuasi, mengamankan kawasan permukiman, dan memberikan pelayanan kepada warga yang membutuhkan pertolongan. Polri melaporkan seluruh warga di kawasan yang ditangani berhasil dievakuasi dengan selamat. Hingga laporan tersebut disampaikan, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Untuk memastikan keselamatan warga setelah evakuasi, Polda Sumbar juga menyiapkan posko pengungsian serta mengerahkan 250 personel untuk menjaga rumah-rumah warga yang ditinggalkan. Langkah ini dilakukan untuk membantu menjaga keamanan lingkungan selama pemilik rumah berada di tempat pengungsian.

Posko kesehatan dan Posko SAR turut didirikan di kawasan terdampak. Keberadaan posko tersebut mendukung pelayanan medis, pertolongan pertama, serta koordinasi untuk mengantisipasi kebutuhan evakuasi lanjutan apabila kondisi banjir kembali memburuk.

Perhatian juga diberikan kepada kelompok rentan, terutama anak-anak dan lanjut usia. Selain pelayanan kesehatan dan dukungan logistik, bantuan pakaian disalurkan kepada anak-anak serta warga yang pakaiannya basah akibat terendam banjir.

Di sisi lain, petugas mengimbau masyarakat agar tidak kembali menempati rumah yang masih berisiko terendam dan tetap mengikuti arahan petugas di lapangan. Imbauan ini menjadi bagian dari upaya pencegahan untuk menghindari jatuhnya korban apabila banjir susulan terjadi.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(PRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>