Lestari Moerdijat saat menjadi pembicara kunci sesi
Lestari Moerdijat saat menjadi pembicara kunci sesi

Lestari Moerdijat Usulkan Pembentukan Aliansi Perempuan Bosphorus

Medcom • 06 November 2026 15:06
Ringkasnya gini..
  • Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengusulkan pembentukan Aliansi Perempuan Bosphorus atau Bosphorus Women's Alliance.
  • Lestari melanjutkan Aliansi Perempuan Bosphorus kelak bisa mengembangkan kerja sama dengan forum-forum perempuan serupa seperti W20 (Women 20) dari G20
  • Lestari mengajukan berbagai gagasan tersebut karena perempuan di berbagai belahan dunia masih mengalami diskriminasi.
Turki: Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengusulkan pembentukan Aliansi Perempuan Bosphorus atau Bosphorus  Women's Alliance. Lestari menyamlai usulan itu ketika menjadi pembicara kunci sesi "Woman Leading New Economy: Redefining Influence at The Top" di Bosphorus Summit di Istambul, Turki, Kamis (5/11). Bosphorus Summit ialah konferensi tahunan yang diselenggarakan International Cooperation Platform di kawasan Selat Bosphorus.

"Saya mengundang para pemimpin perempuan dunia dari berbagai negara berkumpul di konferensi ini untuk membentuk Alliansi perempuan Bosphorus untuk berbagi kebijakan yang sukses dilaksanakan, membimbing generasi muda di berbagai negara, dan bertemu di sini setiap tahun," tutur Lestari.

Lestari melanjutkan Aliansi Perempuan Bosphorus kelak bisa mengembangkan kerja sama dengan forum-forum perempuan serupa seperti W20 (Women 20) dari G20. "Marilah kita kenang Bosphorus Summit tidak hanya apa yang kita diskusikan tetapi juga karena aliansi perempuan yang kita gagas," ajak Lestari.

Selain Aliansi Perempuan Bosphorus, Lestari juga mengajukan dua gagasan lain. Pertama, pembukaan akses kepada modal dan pasar digitak sehingga perempuan penguasaha bisa bertahan dan bertumbuh. Kedua, kebijakan berbagi tugas antara laki-laki dan perempuan, misalnya, dalam menjaga dan mendidik anak da  pekerjaan yang fleksibel bagi perempuan.

Lestari juga mengajukan redifinisi sejumlah konsep terkait peran perempuan. Pertama, redefinisi dari posisi menuju dampak, yakni bagaimana perempuan dengan posisinya masing-masing bisa melakukan perubahan.

Kedua, dari sebagai tangga menjadi sebagai jembatan, yakni bagaimana perempuan tidak hanya menaiki tangga untuk mengejar posisi, tetapi membangun jembatan untuk membantu perempuan dan orang lain "menyebrang." Maksudnya, perempuam tidak bisa mengurus diri sendiri, tapi harus mempwsulikab dan memberdayakan perempuan lain.
 

Ketiga, dari kemurahan hati (charity) menjadi strategi. Pemberdayaan ekonomi perempuan tidak boleh lagi dipandang sebagai kemurahan hati, tetapi sebagai strategi ekonomi.

Lestari mengajukan berbagai gagasan tersebut karena perempuan di berbagai belahan dunia masih mengalami diskriminasi. Padahal, perempuan menjalan berbagai fungsi (multitasking). Perempuan bekerja di sektor energi, jurnalisme, bisnis, dan ilmu pengetahuan. Perempuan bahkan berperam besar di saat krisis, misalnya ketika pandemo Covid-19. 

Lestari mengambil contoh Indonesia. Perempuan menjalankan 65,4 persen usaha mikro, kecil, dan menengah. Akan tetapi, hanya 56,6 persen perempuan berpartisipasi dalam lapangan kerja, dibandingkan 84,4 persen laki-laki.

(Usman ansong)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(RUL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>