Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saeful Hidayat saat menghadiri Lebaran Betawi ke-9 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat -- MTVN/Husen Miftahudin
Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saeful Hidayat saat menghadiri Lebaran Betawi ke-9 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat -- MTVN/Husen Miftahudin

Djarot Minta Bamus Betawi tak Serempet Politik

Intan fauzi • 07 September 2016 16:09
medcom.id, Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyayangkan kegiatan Badan Musyawarah (Bamus) Betawi yang akhir-akhir ini cenderung ke arah politik. Ia mendorong Bamus Betawi kembali pada khitahnya: induk organisasi kebudayaan Betawi.

"Tidak ada unsur politis," kata Djarot di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (7/9/2016).

Djarot juga meminta Bamus Betawi mengadakan kegiatan di Setu Babakan sebagai tempat yang menyimbolkan kebudayaan Betawi. Banyak budaya Betawi bisa diangkat, seperti kuliner atau kerajinan tangan. Tak seperti waktu mengadakan Lebaran Betawi di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada Agustus lalu.

"Tergantung penggunaan manfaat. Kalau untuk pelestarian budaya Betawi, betul. Bagaimana nilai-nilai kearifan di masyarakat Betawi tumbuh dengan baik, itu harus kita dukung. Tetapi kalau untuk kepentingan politk, ya bikin partai politik saja," ujar Djarot.

(Baca: Bamus Betawi Dorong Ketua Parpol Akomodir Orang Asli Jakarta)

Jika Bamus Betawi bisa menjalankan organisasi sesuai peruntukannya, Djarot berjanji mengusahakan dana hibah tetap mengalir.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama menghentikan dana hibah untuk Bamus Betawi. Organisasi itu dinilai sudah mengandung unsur politik, karena menyebarkan pemahaman bahwa gubernur Jakarta harus putra Betawi.

(Baca: Ahok Yakin Warga Jakarta tak Terpancing Isu Sara)

Pemahaman tersebut disampaikan saat acara Lebaran Betawi pada Agustus lalu. Djarot yang hadir dalam acara tersebut mengaku tidak menyangka acara budaya Betawi disisipi unsur politik.

Seharusnya, kata Djarot, Bamus Betawi dapat menyampaikan ketidaksukaan pada satu pihak dengan cara lain. "Kalau enggak suka sama orang, gampang, kalau waktu Pilgub jangan dipilih," tegas Djarot.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(NIN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>