medcom.id, Tangerang: Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, menuding warga bukan nelayan di Kampung Baru Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten, menikmati hidup dari prostitusi. Zaki menyebut sejak 1980-an, praktik prostitusi di Kampung Dadap tak pernah sepi.
"Saya katakan kenapa menikmati? Karena dari tahun '80 sampai hari ini tidak pernah yang namanya lokalisasi Dadap ini tutup seumur hidupnya," kata Ahmed Zaki Iskandar, di Pendopo Bupati Tangerang, Kamis (19/5/2016).
Menurut Zaki, tindakan pemerintah kabupaten yang hanya melakukan penertiban tak bisa memutus mata rantai prostitusi. Kegiatan esek-esek akan selalu muncul di kemudian hari.
"Kalau kita hanya tutup kafe karaoke, warung remang-remang dan sebagainya, pasti dua bulan setelah lebaran buka lagi," cetusnya.
Zaki mengatakan ada alasan mengapa prostitusi di Kampung Dadap selalu tumbuh. Kata dia, prostitusi menyokong perekonomian warga, juga efek domino dari penyewaan kamar kontrakan, warung kelontong, atau warung makan yang kemudian disalahgunakan untuk praktik prostitusi.
"Bagaimana dengan triger-triger ekonomi dan usaha lain, itulah yang kita harapkan dengan Kita tantang kawasan Dadap ini yang hidupnya pernah dekat lokalisasi, tidak punya pikiran menghidupkan lokalisasi lagi," bebernya.
Zaki beranggapan, dari rencana Pemkab dalam menata kawasan Dadap dan penertiban Lokalisasi disana, akan ada peningkatan ekonomi masyarakat yang berasal dari cara dan hasil yang halal.
"Kalau ada TPI (tempat pelelangan ikan), pusat kuliner, mereka punya kehidupan lain di sana karena efek domino dari ini semua juga besar," tandas Dia.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan