medcom.id: DPRD DKI Jakarta menggelar rapat pimpinan (rapim) membahas penggunaan hak angket untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Hingga saat ini sudah 90 persen anggota dewan sepakat menggunakan hak angket.
Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi mengatakan, tujuan digunakannya hak angket untuk 'menyentil' Ahok yang suka asal bicara. Dia tersinggung dengan sikap Ahok yang menuduh oknum anggota dewan 'memainkan' APBD DKI 2015.
"Gubernur harus ada etikanya. Dia bukan birokrat, hormati kami sebagai DPRD yang punya hak budgeting. Jangan semua orang dibilang tukang tipu. Selama ini saya yang membela dia, kalau asal tuduh dia tidak beretika," ujar Prasetyo usai rapim di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (24/2/2015).
Hak angket akan digunakan DPRD untuk melakukan investigasi masalah APBD DKI 2015. Hasil investigasi akan dipublikasikan sehingga tuduhan Ahok dapat dibuktikan apakan benar atau tidak.
"Hak angket adalah investigasi dari sebuah masalah, kami ingin melihat kebenaran yang dituduhkan Ahok. Ini Ibu Kota negara, saya ini setara dengan gubernur, bukan saya oknum," tegasnya.
Dia berharap Ahok tidak bicara tanpa dibekali bukti yang kuat, karena ucapan Ahok dapat menjadi fitnah bagi orang lain. “Tunjukkan saja bukti konkret, jangan asal omong,” ujarnya.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan