medcom.id, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama merekrut sejumlah orang untuk membentuk APBD dengan sistem e-budgeting. Mereka adalah tim ahli dari Surabaya.
"Selama ini APBD kita mudah sekali dimasuki program, saya ingin ada sistem yang bisa menjadi alat kontrol. Saya tanya siapa yang pernah gunakan e-budgeting. Ternyata Surabaya," cerita Ahok di Balaikota, Jalan medan Merdeka Selatan, Rabu (12/3/2015).
Ahok kemudian mengundang Gagat dan kawan-kawan ke Jakarta, mereka diminta menjelaskan bagaimana sistem kerja e-budgeting. Mereka dibayar harian tanpa menggunakan sistem lelang.
"Saya minta mereka menjelaskan secara detail. Tapi yang membuat sistemnya kami. e-budgeting murni dibuat BPKD, itu punya kita. Bukan lelang, bukan milik orang lain," ujarnya.
Alasan tidak menggunakan sistem lelang, karena prosesnya sangat lama. Sementara Ahok ngotot, e-budgeting harus diterapkan tahun ini.
Gagat telah menyusun e-budgeting DKI Jakarta sejak tahun 2013. Dia bekerja bersama tiga orang temannya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan