Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeklaim tidak ada denda penalti atas penundaan ajang balap mobil listrik Formula E di Monumen Nasional (Monas). Biaya komitmen £20 juta (Rp370 miliar) yang sudah dibayar Desember 2019 masih utuh.
"Tidak hangus untuk commitment fee," kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu, 11 Maret 2020.
Anies menegaskan Formula E ditunda dengan pertimbangan matang. Dia sudah berkonsultasi dengan Federasi Otomotif Internasional (FIA) dan Formula E Operations (FEO).
"Selama ada korona (covid-19) ini kami terus berkoordinasi dan berkomunikasi instens dengan mereka, hingga akhirnya diputuskan menunda. Alhamdulillah mereka menerima," ungkap dia.
Salah satu pertimbangan yakni Formula E berpotensi didatangi turis mancanegara termasuk dari negara yang terkena wabah virus korona. Anies tidak mau mengambil risiko ada penularan virus korona dari turis-turis itu.
"Kita pikirkan keselamatan warga dulu. Sebelumnya dalam mengadakan itu kita pikirkan ada 3P yakni planet, profit, dan people. Sekarang kita balik people, planet, dan profit ada di urutan terakhir," ungkap mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.
Perhelatan balap mobil listrik Formula E di Monas Sabtu, 6 Juni 2020, ditunda akibat virus korona. Penundaan ini diketahui dari surat nomor 117/-1.857.73 dari Anies kepada Organizing Committee Jakarta E-Prix, Senin, 9 Maret 2020.
Suasana acara konferensi pers Jakarta E-Prix 2020 di Monas, Jakarta Pusat, Jumat, 20 September 2019. Foto: MI/Saskia Anindya Putri
Baca: Formula E Ditunda Akibat Korona
Bukan cuma Jakarta yang menunda perhelatan Formula E. Ajang balap digelar di Roma, Italia, Sabtu, 4 April 2020, juga ditunda. Seri balap di Sanya, Tiongkok, Sabtu, 21 Maret 2020, pun ditangguhkan.
Di luar Tiongkok, Italia memang cukup parah dilanda virus korona. 'Negeri Spageti' bahkan menuntup pintu masuk setelah ada 9.172 kasus dengan 463 orang meninggal dunia di negara tersebut.
Sementara itu, di Indonesia, jumlah pasien virus korona terus bertambah. Sebanyak 27 orang dinyatakan positif korona, per Selasa, 10 Maret 2020.
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeklaim tidak ada denda penalti atas penundaan ajang balap mobil listrik Formula E di Monumen Nasional (Monas). Biaya komitmen £20 juta (Rp370 miliar) yang sudah dibayar Desember 2019 masih utuh.
"Tidak hangus untuk
commitment fee," kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu, 11 Maret 2020.
Anies menegaskan Formula E ditunda dengan pertimbangan matang. Dia sudah berkonsultasi dengan Federasi Otomotif Internasional (FIA) dan Formula E Operations (FEO).
"Selama ada korona (covid-19) ini kami terus berkoordinasi dan berkomunikasi instens dengan mereka, hingga akhirnya diputuskan menunda. Alhamdulillah mereka menerima," ungkap dia.
Salah satu pertimbangan yakni Formula E berpotensi didatangi turis mancanegara termasuk dari negara yang terkena wabah virus korona. Anies tidak mau mengambil risiko ada penularan virus korona dari turis-turis itu.
"Kita pikirkan keselamatan warga dulu. Sebelumnya dalam mengadakan itu kita pikirkan ada 3P yakni
planet, profit, dan
people. Sekarang kita balik
people, planet, dan
profit ada di urutan terakhir," ungkap mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.
Perhelatan balap mobil listrik Formula E di Monas Sabtu, 6 Juni 2020, ditunda akibat virus korona. Penundaan ini diketahui dari surat nomor 117/-1.857.73 dari Anies kepada Organizing Committee Jakarta E-Prix, Senin, 9 Maret 2020.
Suasana acara konferensi pers Jakarta E-Prix 2020 di Monas, Jakarta Pusat, Jumat, 20 September 2019. Foto: MI/Saskia Anindya Putri
Baca:
Formula E Ditunda Akibat Korona
Bukan cuma Jakarta yang menunda perhelatan Formula E. Ajang balap digelar di Roma, Italia, Sabtu, 4 April 2020, juga ditunda. Seri balap di Sanya, Tiongkok, Sabtu, 21 Maret 2020, pun ditangguhkan.
Di luar Tiongkok, Italia memang cukup parah dilanda virus korona. 'Negeri Spageti' bahkan menuntup pintu masuk setelah ada 9.172 kasus dengan 463 orang meninggal dunia di negara tersebut.
Sementara itu, di Indonesia, jumlah pasien virus korona terus bertambah. Sebanyak 27 orang dinyatakan positif korona, per Selasa, 10 Maret 2020.
(OGI)