Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) mengeklaim pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Jakarta sudah menerapkan protokol kesehatan (prokes). Ariza mengajak semua pihak tetap patuh prokes supaya tidak terjadi klaster PTM.
“Sejauh ini semua melaksanakan protokol kesehatan dengan sangat disiplin dan baik,” kata Ariza di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat, 24 September 2021.
Ariza masih mengecek temuan 25 sekolah di Ibu Kota yang diduga menimbulkan klaster. Dia sudah meminta Dinas Pendidikan (Disdik) DKI bersurat kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
“Walaupun mungkin ada (penularan), itu bukan karena di sekolah, mungkin di rumah atau perjalanan,” ujar dia.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI, kata Ariza, berupaya mengantisipasi munculnya klaster PTM seperti di Purbalingga, Jawa Tengah. Caranya dengan meningkatkan pengawasan dan memperhatikan pergerakan siswa dari rumah.
Baca: Kemendikbudristek Luruskan Miskonsepsi Data Klaster di Sekolah
“Orang tua harus memastikan di jalan dan aparat selalu membantu menjaga dalam proses di titik-titik transportasi,” papar politikus Partai Gerindra itu.
Upaya lainnya, yakni rutin memperbarui informasi kasus covid-19 ke sekolah-sekolah. Supaya tenaga pengajar dan orang tua bisa lebih berhati-hati.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan