Jakarta: Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta sedang menguji coba fasilitas pengolahan sampah Refused Derived Fuel (RDF) di Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. Pembangunan RDF sudah hampir rampung.
"Ya kan sebenernya kalau infrastruktur sudah selesai ya. Kemarin itu 98 persen itu infrastruktur itu sudah beres semua. Sekarang tinggal 2 persen ini sebenarnya commisioning dan commisioning ini sudah hampir beres. Jadi commisioning itu uji coba," ujar Humas Dinas LH DKI Jakarta Yogi Ikhwan saat dihubungi, Senin, 13 Februari 2023.
Uji coba dilakukan untuk memastikan sistem yang terbangun sudah bisa beroperasi atau belum. "Nah, itu commisioning tuh. Kita lagi uji coba itu. Nyeting-nyeting setelan. Tapi infrastruktur sudah selesai," ucap dia.
Dinas LH menargetkan RDF yang dapat mengolah hingga 2 ribu ton sampah per hari menjadi bahan bakar pengganti batu bara itu bakal beroperasi bulan depan. "Maretlah, tanggalnya kan hasil commisioning ini. Tapi Maret sudah bisa beroperasi penuh sampah 1.000 ton sampah baru, 1.000 ton sampah lama," tegas dia.
Dinas LH DKI Jakarta membangun RDF dengan anggaran APBD senilai Rp900 miliar. RDF mulai dibangun pada awal 2022 dan diharapkan dapat mengurangi tumpukan sampah di Bantargebang serta mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dari hasil pengolahan 2 ribu ton sampah per hari, Dinas LH dapat menghasilkan 700 ton hingga 750 ton material pengganti batubara. Material itu sudah disepakati oleh Dinas LH akan dijual kepada dua pabrik semen.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id.
Jakarta: Dinas Lingkungan Hidup
DKI Jakarta sedang menguji coba fasilitas pengolahan
sampah Refused Derived Fuel (RDF) di Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. Pembangunan RDF sudah hampir rampung.
"Ya kan sebenernya kalau infrastruktur sudah selesai ya. Kemarin itu 98 persen itu infrastruktur itu sudah beres semua. Sekarang tinggal 2 persen ini sebenarnya
commisioning dan
commisioning ini sudah hampir beres. Jadi
commisioning itu uji coba," ujar Humas Dinas LH DKI Jakarta Yogi Ikhwan saat dihubungi, Senin, 13 Februari 2023.
Uji coba dilakukan untuk memastikan sistem yang terbangun sudah bisa beroperasi atau belum. "Nah, itu
commisioning tuh. Kita lagi uji coba itu.
Nyeting-nyeting setelan. Tapi infrastruktur sudah selesai," ucap dia.
Dinas LH menargetkan RDF yang dapat mengolah hingga 2 ribu ton sampah per hari menjadi bahan bakar pengganti batu bara itu bakal beroperasi bulan depan. "Maretlah, tanggalnya kan hasil
commisioning ini. Tapi Maret sudah bisa beroperasi penuh sampah 1.000 ton sampah baru, 1.000 ton sampah lama," tegas dia.
Dinas LH DKI Jakarta membangun RDF dengan anggaran APBD senilai Rp900 miliar. RDF mulai dibangun pada awal 2022 dan diharapkan dapat mengurangi tumpukan sampah di Bantargebang serta mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dari hasil pengolahan 2 ribu ton sampah per hari, Dinas LH dapat menghasilkan 700 ton hingga 750 ton material pengganti batubara. Material itu sudah disepakati oleh Dinas LH akan dijual kepada dua pabrik semen.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id.
(AZF)