Jalan H Bokir Bin Dji'un sebelumnya Jalan Raya Pondok Gede ruas Jalan Raya Bogor-Tamini di Jakarta. Branda Antara
Jalan H Bokir Bin Dji'un sebelumnya Jalan Raya Pondok Gede ruas Jalan Raya Bogor-Tamini di Jakarta. Branda Antara

Sempat Ditolak, Pemprov DKI Tetap Ubah 22 Nama Jalan

Antara • 06 Juli 2022 21:36
Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap mengubah 22 nama jalan dan tidak ada pengembalian ke nama jalan sebelumnya. Meskipun sempat terjadi penolakan oleh sejumlah warga. 
 
"Sampai saat ini keputusan dari Pemprov DKI tetap dengan nama jalan yang diubah," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota Jakarta, Rabu, 6 Juli 2022.
 
Riza menjelaskan nama jalan yang diubah sebagai bentuk penghormatan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI pada tokoh-tokoh Betawi. Dia mengaku memahami adanya penolakan sejumlah warga yang terdampak perubahan nama jalan.
 
Dia menerangkan perubahan nama jalan tidak secara otomatis mewajibkan warga mengubah dokumen di waktu yang bersamaan. Seperti alamat pada STNK, baru akan diubah saat perpanjangan pajak tahunan. Begitu juga dengan dokumen tanah akan diubah jika terjadi transaksi jual-beli.
 

Baca: Warga Tanah Tinggi Protes Nama Jalan Diganti


Perubahan dokumen terkait perubahan nama jalan juga sudah dikoordinasikan dengan instansi terkait. Antara lain Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Kepolisian.
 
"Umpamanya sertifikat ya tidak perlu diganti sekarang, bagi BPN tidak jadi masalah tetap memahami bahwa tanah itu, sekalipun namanya berubah, yang lama, namanya dan ketika transaksi jual-beli, baru diganti nama yang baru, jadi tidak membebani," jelas dia.
 
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan keputusan gubernur yang mengatur tentang perubahan 22 nama jalan di Ibu Kota. Hal itu tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 565 Tahun 2022 tentang Penetapan Nama Jalan, Gedung dan Zona Dengan Nama Tokoh Betawi dan Jakarta.

Adapun nama baru di beberapa jalan yang menggunakan tokoh Betawi dan Jakarta adalah:

  1. Jalan Entong Gendut (sebelumnya Jalan Budaya)
  2. Jalan Haji Darip (sebelumnya Jalan Bekasi Timur Raya)
  3. Jalan Mpok Nori (sebelumnya Jalan Raya Bambu Apus)
  4. Jalan H Bokir Bin Dji'un (sebelumnya Jalan Raya Pondok Gede)
  5. Jalan Raden Ismail (sebelumnya Jalan Buntu)
  6. Jalan Rama Ratu Jaya (sebelumnya Jalan BKT Sisi Barat)
  7. Jalan H Roim Sa'ih (sebelumnya bernama Bantaran Setu Babakan Barat)
  8. Jalan KH Ahmad Suhaimi (sebelumnya bernama Bantaran Setu Babakan Timur)
  9. Jalan Mahbub Djunaidi (sebelumnya Jalan Srikaya)
  10. Jalan KH Guru Anin (sebelumnya Jalan Raya Pasar Minggu Sisi Utara)
  11. Jalan Hj Tuty Alawiyah (sebelumnya Jalan Warung Buncit Raya)
  12. Jalan A Hamid Arief (sebelumnya Jalan Tanah Tinggi 1 gang 5)
  13. Jalan H. Imam Sapi'ie (sebelumnya Jalan Senen Raya)
  14. Jalan Abdullah Ali (sebelumnya Jalan SMP 76)
  15. Jalan M Mashabi (sebelumnya Jalan Kebon Kacang Raya Sisi Utara)
  16. Jalan HM Shaleh Ishak (sebelumnya Jalan Kebon Kacang Raya Sisi Selatan)
  17. Jalan Tino Sidin (sebelumnya Jalan Cikini VII)
  18. Jalan Mualim Teko (sebelumnya Jalan depan Taman Wisata Alam Muara Angke)
  19. Jalan Syekh Junaid Al Batawi (sebelumnya Jalan Lingkar Luar Barat)
  20. Jalan Guru Ma'mun (sebelumnya Jalan Rawa Buaya)
  21. Jalan Kyai Mursalin (sebelumnya Jalan di Pulau Panggang)
  22. Jalan Habib Ali Bin Ahmad (sebelumnya Jalan di Pulau Panggang).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif