Anak Kerap jadi Korban saat Mudik

M Sholahadhin Azhar 07 Juni 2018 19:14 WIB
Mudik Lebaran 2018
Anak Kerap jadi Korban saat Mudik
Petugas kepolisian membantu seorang penumpang anak masuk ke dalam kapal. Foto: Antara/Jojon.
Jakarta: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta pemudik memperhatikan anaknya selama perjalanan mudik. Sebab, anak kerap menjadi korban selama perjalanan jauh.
 
Komisioner KPAI Siti Hikmawati menyebut anak sering menjadi korban saat mudik. "Misalnya kereta atau pesawat delay, anak rewel, orang tuanya kesal. Akhirnya anak jadi korban kemarahan orang tua," kata Siti di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis, 7 Juni 2018.
 
Menurutnya perlu kedewasaan orang tua menyikapi buah hatinya. Jangan sampai anak-anak menjadi korban emosi. Mengingat mereka juga mengikuti orang tuanya untuk mudik.
 
"Anak jangan dimarahi, diharapkan semua siap dengan situasi yang enggak nyaman atau mendadak," imbuh Siti.
 
Ia juga mengimbau orang tua selalu mendampingi anaknya. Sebab, fasilitas kendaraan umum, bandara, terminal, stasiun dan pelabuhan, penuh dijejali calon penumpang. Terkadang kondisi itu dimanfaatkan penjahat untuk menculik anak.
 
"Jangan sampai anak lepas dari pengawasan. Mereka harus didampingi orang tua," kata Siti.
 
Bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi, Siti mengatakan perlu memperhatikan kenyamanan. Sebab perjalanan mudik rata-rata memakan waktu lebih dari lima jam. Supaya kebutuhan anak tetap dipenuhi harus dipastikan kendaraan senyaman mungkin.
 
"Nyaman kendaraannya, tidak terlalu berdesakan. Sehingga anak juga senang," imbuhnya.

Baca: Mudik Gunakan Motor Membahayakan Keselamatan Anak

Terakhir, Siti meminta pemudik dengan kendaraan pribadi memahami informasi rute mudik. Artinya, mereka bisa membaca kondisi lokasi yang berpotensi bahaya. Misalnya di daerah A tengah terjadi longsor, maka diharapkan mencari jalan alternatif lain.
 
"Siaran radio misalnya mengumumkan macet, atau longsor, jadi cari rute lain. Sehingga tetap well inform," ujar Siti.






(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id