Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Polisi Temukan Kejanggalan Laporan PPSU Jadi Korban Begal

Nasional pencopetan polisi pembegalan
Antara • 28 April 2022 23:56
Jakarta: Anggota Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Sawah Besar Jakarta Pusat menemukan kejanggalan pada Berita Acara Pemeriksaan (BAP) atau laporan palsu dari petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU). Ray Prama Abdullah, 29, mengaku menjadi korban pembegalan.
 
"Dari awalnya saja dia (PPSU) tidak mau langsung bikin laporan. Kejadiannya itu katanya pagi pukul 05.20 WIB , namun baru buat laporan siang menjelang sore. Setelah saya BAP, saya agak janggal makanya langsung ditelusuri," kata Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Sawah Besar IPTU Wildan Alkautsar dilansir Antara, Kamis, 28 April 2022.
 
Baca: Polisi Sebut Petugas PPSU Korban Begal Berbohong

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya, Ray Prama Abdullah dikabarkan menjadi korban pembegalan setelah mengambil uang Tunjangan Hari Raya (THR) sebesar Rp4,4 juta di depan Rumah Sakit Husada, Sawah Besar, Jakarta Pusat, pukul 05.20 WIB, Rabu, 27 April 2022.
 
Padahal, petugas PPSU tersebut kalah bermain judi online, namun takut untuk menceritakan kepada istrinya bahwa uang THR tersebut dihabiskan untuk bermain slot.
 
Berdasarkan BAP, korban mengaku dipepet oleh sepuluh orang di depan RS Husada setelah mengambil uang THR sebesar Rp4,4 juta di Bank DKI. Namun, korban mengaku tidak berteriak atau meminta tolong di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
 
"Setelah dibegal itu, korban tidak berteriak atau minta tolong, padahal di depan RS Husada pagi-pagi itu banyak tukang bajaj. Ini malah diam saja duduk, kok tidak masuk akal ya," ujar Wildan.
 
Setelah selesai membuat BAP, korban juga tidak kooperatif untuk diajak olah TKP saat pembegalan terjadi karena alasan sakit dan trauma. Setelah diinterogasi lebih lanjut di depan paman korban, serta tidak ada unsur paksaan saat penyidikan, korban baru mengaku bahwa uang THR dihabiskan untuk bermain slot (judi online).
 
Berdasarkan hasil penyelidikan lebih lanjut, juga didapatkan bahwa korban Ray Prama melakukan penarikan uang sebesar Rp200 ribu, atau tidak sesuai dengan keterangan yang mengaku melakukan penarikan uang sebesar Rp4,4 juta. Polisi juga menemukan adanya deposit atau pembayaran ke situs judi daring tersebut. Korban mengaku telah bermain judi slot selama dua bulan terakhir.
 
Selanjutnya, polisi akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan gelar perkara terhadap petugas PPSU untuk menentukan ada atau tidaknya tindak pidana.
 
"Kita mohon waktu untuk gelar perkara, supaya bisa ditentukan ini layak tidak dinaikkan sebagai pidana, layak ditingkatkan statusnya ke penyidikan, pasal yang dikenakan seperti apa," ungkap Wildan.
 
(DEV)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif