Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.
Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.

KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Aher Januari 2019

Nasional meikarta OTT Pejabat Bekasi
Kautsar Widya Prabowo • 27 Desember 2018 02:57
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)menjadwal ulang pemanggilan mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) untuk diperiksa dalam penyidikan kasus suap pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta. Pada panggilan pertama pada Kamis, 20 Desember 2018, Aher mangkir.
 
"Kemungkinan akan diperiksa pada Januari," ujar juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan, Rabu, 26 Desember 2018.
 
Soal tanggal pemeriksaan ulang, KPK akan mengonfirmasi terlebih dahulu kepada yang bersangkutan. "Penyidik butuh keterangan dari yang bersangkutan untuk proses rekomendasi atau hal lain soal perizinan," bebernya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga: Aher Mangkir Panggilan KPK
 
KPK terus mendalami skandal suap Lippo Group. Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, CEO Lippo Group James Riady, dan mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk Toto Bartholomeus telah diperiksa dalam kasus ini.
 
Presiden Direktur PT Lippo Karawaci Tbk Ketut Budi Wijaya, Corporate Affairs Siloam Hospital Group Josep Christoper Mailool, Direktur Keuangan PT Lippo Cikarang Tbk Soni dan Direktur Keuangan PT Lippo Karawaci Tbk Richard Setiadi juga dimintai keterangan.
 
Teranyar, Direktur Keuangan PT Mahkota Sentosa Utama (PT MSU) Hartono diperiksa penyidik. Dari semua pemeriksaan itu, terungkap adanya pertemuan-pertemuan antara petinggi Lippo Group dan Neneng.
 
Salah satunya, James Riady mengakui pernah bertemu Neneng dengan alasan silaturahmi persalinan Neneng. Billy Sindoro juga mengaku dua kali bertemu Neneng.
 
Pertemuan pertama dilakukan untuk memberi selamat atas persalinan Neneng. Sedangkan pada pertemuan kedua, Billy dan Neneng membahas pembangunan Rumah Sakit (RS) Siloam di Meikarta.
 
Meikarta merupakan salah satu proyek prestisius milik Lippo Group. Penggarap proyek Meikarta ialah PT Mahkota Sentosa Utama yang merupakan anak usaha dari PT Lippo Cikarang Tbk. Sementara PT Lippo Cikarang Tbk di bawah naungan Lippo Group.
 
Secara keseluruhan, nilai investasi proyek Meikarta ditaksir mencapai Rp278 triliun. Meikarta menjadi proyek terbesar Lippo Group selama 67 tahun grup bisnis milik Mochtar Riady itu berdiri.
 
Dalam kasus ini, Billy Sindoro diduga memberikan uang Rp7 miliar kepada Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan anak buahnya. Uang itu diduga bagian dari fee yang dijanjikan Rp13 miliar terkait proses pengurusan izin proyek Meikarta.
 

(HUS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif