Suasana persidangan kasus suap jual beli jabatan Kemenag di Pengadilan Tipikor, Jakarta. (Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan)
Suasana persidangan kasus suap jual beli jabatan Kemenag di Pengadilan Tipikor, Jakarta. (Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan)

10 Saksi Beri Keterangan soal Jual Beli Jabatan di Kemenag

Nasional OTT Romahurmuziy
Theofilus Ifan Sucipto • 03 Juli 2019 12:03
Jakarta: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bakal dimintai keterangan dalam persidangan perkara dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama. Dia memenuhi panggilan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah dua kali mangkir.
 
Khofifah dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanudin. Selain Khofifah, sembilan saksi lain juga dihadirkan.
 
Mereka adalah DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Timur Musyafa Nur, Staf Ahli Menteri Agama Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia Genedria M Gafar, Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Norman Zenahdi, dan Kepala sub Bagian Informasi dan Hubungan Masyarakat Kementerian Agama Markus.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jaksa juga menghadirkan Kepala Bagian Mutasi Biro Kepegawaian Kementerian Agama Sujoko, Kepala sub Bagian Pengadaan Pegawai Kementerian Agama Septian Saputra dan Ajudan Menteri Agama sekaligus anggota Polri Heri Purwanto.
 
Baca juga:Khofifah Siap Bersaksi terkait Kasus Jual Beli Jabatan di Kemenag
 
Saksi lain yaitu Anggota panitia seleksi (Pansel) jabatan di Kementerian Agama Aulia Mutakin dan Komisioner komisi Aparatur Sipil Negara (ASN) Waluyo.
 
Seluruh saksi mengaku telah menandatangani berita acara perkara (BAP) saat disidik KPK dan tidak ada pemaksaan dari pihak mana pun.
 
Dalam perkara ini, Muafaq didakwa menyuap Muhammad Romahurmuziysenilai Rp91,4 juta. Suap terkait dengan pengangkatan Muafaq sebagai Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik. Dalam dakwaan itu, Romi baik secara langsung maupun tidak langsung melakukan intervensi terhadap proses pengangkatan Muafaq.
 
Sementara itu, terdakwa Haris juga menyuap Romi sebesar Rp325 juta. Romi bersama Menteri Agama Lukman baik secara langsung maupun tidak langsung disebut melakukan intervensi terhadap proses pengangkatan Haris sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur. Romi mendapat Rp255 juta, sedangkan Lukman diduga menerima Rp70 juta.
 
Muafaq dan Haris didakwa melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif