Lambang KPK. Foto: MI/Panca Syurkani
Lambang KPK. Foto: MI/Panca Syurkani

KPK Ingin Syafruddin Dihukum 15 Tahun Bui

Nasional kasus blbi
Fachri Audhia Hafiez • 09 Januari 2020 16:58
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ingin mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung dihukum 15 tahun penjara. Permohonan tersebut termuat dalam peninjauan kembali (PK) KPK menanggapi putusan bebas terhadap Syafruddin.
 
"Memohon supaya majelis hakim peninjauan kembali pada Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan pidana terhadap termohon PK Syafruddin Arsyad Temenggung sebagaimana putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Tinggi DKI Jakarta nomor 29/pid.sus-TPK/2018/PT-DKI, tanggal 2 Januari 2019," kata jaksa KPK Haerudin saat membacakan memori PK di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 9 Januari 2020.
 
Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memutus Syafruddin dihukum 15 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider tiga bulan atasdakwaan dugaan korupsi penerbitan surat keterangan lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) terhadap Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI) milik Sjamsul Nursalim.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada pengadilan tingkat pertama, Syafruddin hanya divonis 13 tahun penjara ditambah denda Rp700 juta subsider tiga bulan.
 
Di tingkat MA, dua hakim menilai perbuatan Syafruddin bukan perbuatan pidana. Hakim Syamsul Rakan Chaniago menyebutkan perbuatan Syafruddin masuk ranah perdata, sedangkan hakim Mohamad Askin menilai itu perbuatan administrasi. Hanya hakim Salman Luthan yang berpendapat dakwaan KPK terbukti dan merupakan perbuatan pidana.
 
Dalam memori PK, jaksa menyoroti pelanggaran etik hakim Syamsul. Anggota majelis hakim telah melanggar prinsip imparsialitas dalam memutus perkara. Pasalnya, sebelum kasasi diputus, Syamsul sempat berkomunikasi dan bertemu dengan penasihat hukum Syafruddin, Ahmad Yani.
 
Pada Kamis, 13 Juni 2019, siang, berdasarkan call data record, ada komunikasi antara Syamsul dengan Ahmad Yani, keduanya kembali berkomunikasi pada Jumat, 28 Juni 2019, sore.
 
Satu jam setelah percakapan sore tersebut, Syamsul dan Yani bertemu di Cafe Segafredo Plaza Indonesia, Jakarta. Pertemuan itu terekam kamera pengintai atau CCTV.
 

(OGI)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif