Konferensi pers Polda Metro Jaya mengenai kasus pemufakatan jahat Oknum dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) Abdul Basith. - Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.
Konferensi pers Polda Metro Jaya mengenai kasus pemufakatan jahat Oknum dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) Abdul Basith. - Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.

Eks Dosen IPB Didakwa Pelemparan Bom Molotov

Nasional aksi massa demo mahasiswa
Kautsar Widya Prabowo • 23 Januari 2020 04:14
Jakarta: Eks dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) Abdul Basith didakwa menjadi terlibat perencanaan kerusuhan di depan Gedung DPR/MPR menggunakan bom molotov. Ia berperan menyetujui pembuatan bom molotov.
 
"Pada hari Selasa 24 September 2019 sekitar pukul 22.00 WIB, melakukan atau yang turut serta melakukan perbuatan, dengan sengaja menimbulkan kebakaran, ledakan atau banjir, yang menimbulkan bahaya bagi nyawa orang lain, perbuatan tersebut dilakukan oleh Terdakwa (Abdul Basith)," ujar jaksa pada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Yogi Budi, saat membacakan dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu, 22 Januari 2020.
 
Jaksa menjelasakan kronologis kejadian bermula pada 20 September 2019. Terdakwa melalui pesan singkat whatsapp menghubungi Yudi Firdian alias Ustad Yudi alias Abu Faqih untuk bertemu. Keduanya setuju untuk menggelar pertemuan di rumah Mayjend TNI (Purn) Soenarko di Jalan WR. Supratman No. 111 Ciputat, Tangerang Selatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bahwa dalam pertemuan membahas relawan dalam aksi demonstrasi di DPR/MPR," tuturnya.
 
Kemudian Mayjend TNI (Purn) Soenarko dan Laksda (Purn) Soni Santoso memaparkan rencana mendompleng demonstrasi mahasiswa pada 24 September 2019. Rencana itu bertujuan agar timbul kerusuhaan saat demonstrasi.
 
Esok hari, 21 September 2019, Yudi Firdian mempunyai ide membuat bom molotov untuk dilemparkan saat demo berlangsung. Niat itu disampaikan melalui pesan whatsapp kepada Abdul Basith dan disetujui menggunakan kode 'mainan'.
 
"Bagaimana kalau saya buat mainan (bom molotov)? kemudian dijawab oleh terdakwa Abdul Basith ya sudah buat saja, dananya minta dengan dokter Efi Afifah," tuturnya.
 
Selanjutnya pada 23 September 2019, kurang lebih pukul 20.00 WIB, di kediaman Umar Syarif, Yudi Firdian menghubungi dokter Efi Afifah melalui pesan whatsapp untuk meminta uang. Dokter Efi dibantu suaminya Abdal Hakim berperan mengelola keuangan untuk mengumpulkan relawan.
 
"Bu dokter, saya minta saya perlu dana untuk membuat mainan bom molotov, sekaligus untuk bekal relawan saya di rumah," tulis Yudi Firdian.
 
"Butuh berapa ?," jawab dokter Efi.
 
"Empat ratus saja bu cukup," timpal Yudi.
 
Terdakwa juga meminta uang sejumlah Rp400 ribu digunakan untuk membiayai relawan. Selanjutnya, suami dokter Efi, Abdal Hakim mentransfer uang Rp800 ribu melalui elektronik banking ke rekening Umar Syarif. Abdal lalu memberikan bukti transfer kepada Yudi Firdian.
 
"Yudi menunjukan bukti transfer ke Umar, lalu Umar memberikan uang sebesar Rp800 ribu dari dompetnya kepada Yudi," tuturnya.
 
Yudi kemudian bertanya kepada Umar ihwal lokasi pembuatan bom molotov. Pembuatan bom molotov berlokasi di rumah Hilda Winar yang beralamat Jalan Raya Cilangkap Nomer 1 RT03/RW 06, Jakarta Timur.
 
Yudi bersama Umar, Ari Saksono dan Joko Kristianto menggunakan halaman belakang rumah Hilda, tepatnya di lantai dasar, sebagai lokasi pembuatan bom molotov. Yudi berperan mencari bahan pembuat, berupa botol, bensin, kain bekas untuk sumbu bom molotov.
 
Pada 24 September 2019, mereka melancarkan akasinya di jembatan fly over Penjompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Bom tersebut sempat mengenai salah satu anggota kepolisian Jakariah, yang tengah berjaga.
 
"Bertempat di jembatan fly over Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat Yudi Firdian dengan cara membakar sumbu bom molotov melemparkannya ke arah petugas kepolisian yang berada di atas fly over Pejompongan, Tanah Abang hingga meledak dan terbakar sehingga saksi Jakariah yang sedang bertugas celananya terbakar," jelas jaksa.
 

(WHS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif