Kadis Pemadam Kebakaran Bekasi Diperiksa KPK

Juven Martua Sitompul 23 November 2018 10:02 WIB
OTT Pejabat Bekasi
Kadis Pemadam Kebakaran Bekasi Diperiksa KPK
Juru bicara KPK Febri Diansyah/MI/Rommy Pujianto
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemerintah Kabupaten Bekasi Sahat Maju Banjarnahor. Dia diperiksa terkait kasus dugaan suap perizinan proyek pembangunan Meikarta milik Lippo Group di Bekasi.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka BS (Direktur Operasional Lippo GroupBilly Sindoro)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat, 23 November 2018.

Penyidik juga memanggil konsultan Lippo Group Fitra Djaja Purnama. Dia akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka.


Baca: Direktur Lippo Cikarang Diperiksa KPK

Belum diketahui apa yang akan digali penyidik dari saksi dan tersangka. Namun, pemeriksaan tidak lain untuk menyelisik peran Lippo Group dalam proses penyuapan.

KPK gencar menelusuri sumber uang suap Meikarta. Fulus diduga berasal dari Lippo Group.

KPK telah memeriksa Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, CEO Lippo Group James Riady, dan mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk Toto Bartholomeus. Presiden Direktur PT Lippo Karawaci Tbk Ketut Budi Wijaya, Corporate Affairs Siloam Hospital Group Josep Christoper Mailool, Direktur Keuangan PT Lippo Cikarang Tbk Soni, dan Direktur Keuangan PT Lippo Karawaci Tbk Richard Setiadi juga sudah dimintai keterangan.

Teranyar, Direktur Keuangan PT Mahkota Sentosa Utama (PT MSU) Hartono diperiksa penyidik. Dari semua pemeriksaan itu, terungkap adanya pertemuan-pertemuan antara petinggi Lippo Group dengan Neneng.

Baca: KPK Periksa 2 PNS Terkait Suap Meikarta

Salah satunya, James Riady yang mengakui pernah bertemu dengan Neneng dengan alasan silaturahmi persalinan Neneng. Tak hanya James, Billy Sindoro juga mengaku dua kali bertemu Bupati nonaktif Bekasa Neneng Hasanah Yasin.

Pertemuan pertama dilakukan untuk memberi selamat atas persalinan Neneng. Sedangkan pada pertemuan kedua, Billy dan Neneng membahas pembangunan Rumah Sakit (RS) Siloam di Meikarta.

Meikarta merupakan salah satu proyek prestisius Lippo Group. Penggarap proyek Meikarta ialah PT Mahkota Sentosa Utama yang merupakan anak usaha dari PT Lippo Cikarang Tbk. Sementara PT Lippo Cikarang Tbk di bawah naungan Lippo Group.

Baca: KPK Cecar Wabup Bekasi Dalami Pelanggaran Izin Meikarta

Secara keseluruhan, nilai investasi proyek Meikarta ditaksir mencapai Rp278 triliun. Meikarta menjadi proyek terbesar Lippo Group selama 67 tahun grup bisnis milik Mochtar Riady itu berdiri.

Dalam kasus ini, Billy Sindoro diduga memberikan uang Rp7 miliar kepada Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan anak buahnya. Uang itu diduga bagian dari fee yang dijanjikan sebesar Rp13 miliar terkait proses pengurusan izin proyek Meikarta.



(OJE)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id