Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (Foto: MI/Susanto)
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (Foto: MI/Susanto)

Dua Tersangka Suap Jabatan Kemenag Segera Diadili

Nasional OTT Romahurmuziy
Juven Martua Sitompul • 14 Mei 2019 20:39
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas penyidikan dua tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) ke tahap penuntutan. Dua tersangka yang segera diadili itu yakni Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kakanwil Kemenag Jatim Haris Hasanuddin.
 
"Hari ini dilakukan pelimpahan berkas barang bukti dan dua tersangka suap terkait dengan seleksi Jabatan di lingkungan Kementerian Agama ke penuntutan," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 14 Mei 2019.
 
Dengan dilimpahkannya berkas penyidikan itu, jaksa penuntut memiliki waktu 14 hari untuk menyusun surat dakwaan kedua tersangka tersebut. Sidang rencananya digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk merampungkan berkas penyidikan itu, penyidik sedikitnya memeriksa 70 orang saksi. Mereka terdiri dari unsur Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Sekretaris Jenderal DPR, dan Kepala KASN.
 
Kemudian, Ketua Panitia Seleksi Jabatan Tinggi Kemenag, dan Kepala Kantor Agama beberapa daerah. Lalu, Anggota DPRD Jawa Timur, Sekretaris DPW PPP Jawa Timur, Staff Ali Menteri Agama, Staff khusus menteri agama RI, Konsultan, dan PNS.
 
Muafaq dan Haris ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy. Romi disinyalir mengatur jabatan di Kemenag pusat dan daerah.
 
Romi menerima suap Muafaq dan Haris. Suap diberikan agar Romi mengatur proses seleksi jabatan untuk kedua penyuap tersebut.
 
Romi selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b ayat (1) atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin selaku penyuap dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Muafaq juga dijerat Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

(EKO)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif