Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono (kanan). Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono (kanan). Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.

Positif Covid-19, Polri Belum Serahkan Tersangka Unlawful Killing ke Kejaksaan

Nasional polri penembakan FPI Kejaksaan Agung Muhammad Rizieq Shihab
Siti Yona Hukmana • 02 Agustus 2021 17:04
Jakarta: Penyidik Bareskrim Polri belum melimpahkan dua tersangka kasus unlawful killing atau penembakan di luar hukum terhadap empat pengikut Rizieq Shihab ke kejaksaan. Berkas tersangka telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh jaksa penuntut umum (JPU) sejak Jumat, 25 Juni 2021.
 
"Belum (dilimpahkan), karena salah satunya kena covid-19," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin, 2 Agustus 2021.
 
Kedua tersangka yang merupakan anggota Polda Metro Jaya itu berinisial FR dan MYO. Argo tak menyebut nama tersangka yang positif covid-19.
 
"Untuk pelimpahan tahap II menunggu salah satu tersangka negatif (covid-19)," kata jenderal bintang dua itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kedua tersangka dijerat Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan juncto Pasal 56 KUHP tentang Membantu Perbuatan Jahat. Anggota polisi itu terancam hukuman 15 tahun penjara.
 
Ada dua peristiwa yang menewaskan enam pengikut Rizieq di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada Desember 2020. Pertama, baku tembak antara polisi dan eks laskar Front Pembela Islam (FPI). Peristiwa ini mengakibatkan dua laskar khusus pengawal Rizieq tewas.
 
Baca: Alasan Polri Belum Menyerahkan Dua Polisi Penembak Laskar FPI ke Kejagung
 
Peristiwa kedua, pemberian tindakan tegas dan terukur terhadap empat pengikut Rizieq lainnya. Tindakan ini dilakukan polisi di dalam mobil saat dibawa menuju Polda Metro Jaya.
 
Keempat orang itu disebut melakukan perlawanan yang mengancam jiwa petugas. Namun, tindakan polisi tidak dibenarkan Komnas HAM. Polisi dinilai tidak berupaya untuk mencegah semakin banyaknya jatuh korban jiwa atas insiden pembuntutan rombongan Rizieq tersebut.
 
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menyebut ada dugaan unlawful killing oleh aparat kepolisian terhadap empat pengikut Rizieq itu. Ahmad meminta kasus dugaan pelanggaran HAM itu diproses hingga ke persidangan guna membuktikan indikasi yang disebut unlawful killing.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif