Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Titik Api Karhutla Turun Hingga 81% Sepanjang 2019-2020

Theofilus Ifan Sucipto • 06 Mei 2021 15:18
Jakarta: Mabes Polri menyebut kebakaran hutan dan lahan (karhutla) turun drastis dalam dua tahun terakhir. Tren positif ini bakal dipertahankan bersama Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Sepanjang 2019 dan 2020 titik api turun 81 persen,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono di Gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 6 Mei 2021.

Menurut dia, Polri, Kejagung, dan KLHK tidak ingin berpuas diri. Mereka justru memperkuat sinergi dengan menandatangani peraturan bersama terkait pencegahan karhutla.

Pencegahan dan deteksi dini bakal digencarkan. Pusat analitik geospasial (GSAC) hingga menara pantau akan dibangun. Patroli dan sosialisasi turut diperkuat.

Baca: Menteri LHK Minta Tingkatkan Antisipasi pada Daerah Konvensional Rawan Karhutla

Selain itu, pemerintah membangun kanal dan embung. Pengendalian hidrologi itu bertujuan menjaga ekosistem lahan gambut yang rentan terbakar.

“Berikutnya pengendalian dan pemadaman titik api dengan menyiapkan brigade pengendalian karhutla,” papar Argo.

Argo memastikan Polri dan Kejagung tetap fokus pada penegakan hukum. Kedua lembaga sudah membentuk satuan tugas (satgas), asistensi, supervisi, dan penegakan hukum secara terpadu.

“Terakhir, mencari solusi permanen dengan pembinaan masyarakat peduli api berkesadaran hukum dan maklumat bersama dengan KLHK,” tutur jenderal bintang dua itu.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(OGI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>