Akademisi Rocky Gerung. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo
Akademisi Rocky Gerung. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo

Penyidik Cecar Pengetahuan Rocky Soal Kitab Suci

Nasional ujaran kebencian
Siti Yona Hukmana • 02 Februari 2019 01:03
Jakarta: Akademisi Rocky Gerung rampung menjalani pemeriksaan penyidik Direktorar Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya. Ia diklarifikasi terkait kasus dugaan penistaan agama atas ucapan 'Kitab Suci Adalah Fiksi'.
 
"Ada 20 pertanyaan, lalu ada dua pertanyaan tambahan," kata Rocky di Polda Metro Jaya, Jumat, 1 Februari 2019.
 
Seluruh pertanyaan dianggap tak sulit untuk dijawab. Bahkan, dua pertanyaan terakhir juga dia jelaskan dengan gamblang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Klarifikasi tentang pengetahuan saya terkait hubungan misalnya kitab suci dan agama. Hal-hal standar yang mesti diterangkan sebgaai keterangan hukum, keterangan memerlihatkan pengetahuan saya tentang dua konsep itu, kata suci dan fiksi," imbuhnya.
 
Rocky membeberkan seluruh ucapan yang ia yakini benar. Kepada penyidik, kata dia, fiksi bukan konteks negatif.
 
"Rupanya si pelapor itu gagal paham, beda antara fiksi dan fiktif. Fiksi berkali-kali saya terangkan bahkan secara sangat jelas disitu bahwa fiksi adalah suatu energi untuk mengaktifkan imajinasi, itu penting dan baik. Beda dengan fiktif yang cenderung mengada-ngada. Itu intinya," ungkap aktivis itu.
 
Baca: Rocky Gerung Merasa Janggal Baru Diperiksa Polisi
 
Rocky mengaku menggunakan kata fiksi karena dia seorang peneliti dan pengajar. Sementara, kata kitab suci digunakan sebagai konsep dalam mengajar dengan metode silogisme.
 
"Itu satu kasus yang harusnya disidangkan di ruang seminar gitu bukan dilaporkan oleh yang bersangkutan (pelapor). Ya yang bersangkutan pasti kekurangan pengetahuan tentang konsep konsep dasar," ujarnya.
 
Rocky menyatakan 'Kitab Suci Adalah Fiksi' dalam acara Indonesian Lawyers Club (ILC) tvOne bertajuk 'Jokowi Prabowo Berbalas Pantun' pada Selasa, 10 April 2018. Pernyataan itu pun diduga telah menistakan agama.
 
Atas ucapannya itu, Sekretaris Jenderal Cyber Indonesia Jack Boyd Lapian melaporkan Rocky ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin, 16 April 2018. Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/512/IV/2018/Bareskrim tertanggal 16 April 2018 dimana Rocky disangkakan melanggar Pasal 156a KUHP.
 
"(Barang bukti) Youtube Official TV One sudah kami download, berkas transkrip juga. Kami laporkan karena Pak Rocky Gerung ini orang Manado. Saya juga orang Manado, dia (Rocky) Kristen saya Kristen. Mungkin bisa in-linenya. Apa di sini? Kitab suci dibilang fiksi," kata Jack di Kantor Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Senin, 16 April 2018.
 

 

(BOW)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif