Pentolan JAD Riau Divonis 11 Tahun Penjara
Terdakwa kasus terorisme Wawan Kurniawan alias Abu Afif divonis 11 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kamis, 13 September 2018. Abu Afif terbukti bersalah atas kasus penyerangan kantor polisi, pembuatan bom, dan pelatihan se
Jakarta: Pemimpin Jemaah Ansharut Daulah (JAD) Riau, Wawan Kurniawan alias Abu Afif alias ustaz Wawan, divonis 11 tahun penjara. Dia terbukti terlibat kegiatan terorisme di Air Terjun Gema (batu dinding) Pekanbaru dan kawasan Siberuk Sumatera Selatan.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Wawan Kurniawan alias Abu Afif alias Ustaz Wawan tuntutan penjara selama 11 tahun," kata Ketua Majelis Hakim Soehartono di Ruang Sidang Utama Kusumah Atmadja Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kamis, 13 September 2018.

Baca: Lima Terduga Teroris Ditangkap di Pekanbaru


Vonis tersebut lebih ringan dua tahun ketimbang tuntutan jaksa. Jaksa menginginkan Wawan diganjar hukuman 13 tahun penjara. 

Wawan yang juga diduga menjadi provokator kerusuhan Rutan Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, menerima vonis pengadilan. Dia mengabaikan kesempatan untuk banding karena dirinya tak percaya sama sekali dengan aturan hukum yang dibuat manusia.

"Saya hanya ikut aturan hukum Allah SWT," Wawan berkata sembari mengacungkan jari telunjuk.

Sebelum vonis dibacakan, Wawan alias Abu Afif memasuki ruangan dengan tertatih-tatih menuju kursi pesakitan. Dia diberi kesempatan Majelis Hakim untuk menjumpai istrinya.

Baca: Pelaku Penyerangan di Mapolda Riau Diduga Jaringan Abu Afif

Suasana haru terasa saat istri Wawan, Ana, berlari menuju Wawan dan memeluknya, karena sekian lama mereka tak dapat bertemu. Saat Wawan duduk di kursinya, Ana menyandarkan kepala di bahunya barang sebentar, kemudian kembali menyaksikan persidangan suaminya dengan perasaan senang sekaligus sedih.

Majelis hakim mengungkapkan terdakwa Wawan alias Abu Afif belum melakukan aksi teror sepenuhnya. Namun, tidak berarti unsur adanya kegiatan terorisme tidak terpenuhi maupun tidak terbukti.

"Permufakatan jahat dalam melakukan tindak pidana terorisme dalam UU tindak pidana terorisme merupakan sudah termasuk tindakan terorisme. Oleh karena itu majelis tidak sepakat dgn pleidoi penasihat hukum yang mengatakan terdakwa tidak terbukti melanggar pasal 15 juncto pasal 7 UU No 15 Tahun 2003," ujar Soehartono.

Sebelumnya diberitakan, Wawan merupakan terduga teroris yang tertangkap di Pekanbaru pada operasi penindakan serentak oleh Detasemen Khusus Antiteror Polri 88 pada Oktober 2017.

Wawan juga diduga berperan menjadi motivator bagi kelompoknya untuk menyerang markas Brimob Polsek serta pos polisi Riau menggunakan senjata tajam.

Wawan dan kelompoknya telah melakukan latihan persiapan teror (i'dad) dan  menembak di Bukit Gema, Kabupaten Kampar, Riau. Wawan diringkus bersama Abu Ibrahim alias Beni Sutrisno alias Abu Ibrahim di Perumahan Pandau Permai, Desa Pandau Permai, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.

Terakhir pada 8 Mei, Wawan diduga menjadi provokator kerusuhan Mako Brimob yang membuat ratusan tahanan menyandera polisi. Hal tersebut berawal dari kemarahannya saat makanan dari keluarganya tidak bisa masuk sel karena aturan yang ketat.

Wawan kemudian menghasut sejumlah teroris lainnya yang mendekam di Rutan Mako Brimob dan mengakibatkan lima polisi serta satu narapidana teroris meninggal.





(ALB)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id