Terpidana kasus suap dan gratifikasi Otto Cornelis (OC) Kaligis. (Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan)
Terpidana kasus suap dan gratifikasi Otto Cornelis (OC) Kaligis. (Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan)

OC Kaligis Bantah Pengajuan PK Kedua karena Artidjo

Nasional oc kaligis
Theofilus Ifan Sucipto • 10 April 2019 13:35
Jakarta: Terpidana kasus suap dan gratifikasi Otto Cornelis (OC) Kaligis menegaskan Peninjauan Kembali (PK) kedua yang ia ajukan tidak ada berhubungan dengan Artidjo Alkostar. PK kedua disebut hanya pengajuan keberatan pertimbangan hukum.
 
"PK kedua saya sama sekali tidak ada hubungannya dengan Hakim Agung Artidjo," kata Kaligis di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kemayoran, Rabu 10 April 2019.
 
Dia menyebut ada beberapa media yang menghubungkan PK keduanya dengan mantan hakim agung Artidjo Alkostar yang sudah pensiun sejak Mei 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kaligis mengatakan PK Kedua adalah bentuk keberatannya dengan pertimbangan hukum PK pertama. Sebab hukumannya lebih berat dari vonis mantan anak buahnya, Yhagari Bhatara alias Gerry.
 
Dalam PK yang diajukan Gerry, MA hanya memvonis dua tahun penjara. Sedangkan Kaligis divonis 10 tahun penjara dan berkurang menjadi tiga tahun setelah mengajukan PK pertama.
 
Baca juga:OC Kaligis Kembali Ajukan PK
 
Sebelumnya, terpidana kasus suap dan gratifikasi Otto Cornelis (OC) Kaligis mengakui menunggu mantan hakim agung Artidjo Alkostar pensiun sebelum mengajukan peninjauan kembali (PK) kedua. Artidjo dikenal sebagai hakim agung yang kerap memberi vonis berat bagi tersangka kasus korupsi.
 
"Begini, kan sekarang sudah enggak ada, Artidjo kan tidak pernah mau melihat fakta hukum dan artinya mengenai undang-undang yang berlaku, dia enggak pernah," kata Kaligis di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin, 25 Maret 2019.
 
Kaligis juga sempat merasakan tangan dingin Artidjo. Saat itu, Kaligis mengajukan kasasi atas banding hukuman tujuh tahun penjara di Mahkamah Agung.
 
Saat itu majelis hakim kasasi perkara diketuai Artidjo. Tanpa tedeng aling-aling, majelis hakim agung malah memperberat hukuman mantan advokat kawakan itu menjadi 10 tahun penjara.
 
Kaligis juga menilai selama Artidjo menjabat hakim agung banyak putusan yang amburadul. Ia tak heran banyak terpidana kasus korupsi mengajukan PK setelah Artidjo pensiun.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif