Ketua DPRD Bekasi Diusut KPK
Lambang KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto
Jakarta: Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Jejen Sayuti dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia akan diperiksa terkait kasus dugaan suap perizinan proyek pembangunan Meikarta, milik Lippo Group di Bekasi.
 
"Jejen dipanggil sebagai saksi untuk tersangka DT (Kadis DPMPTSP Bekasi Dewi Tisnawati)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu, 28 November 2018.
 
Penyidik juga memanggil anggota DPRD Bekasi Waras; tiga pihak swasta, yakni Samuel Tahir, Joseph Christoper Mailool, dan Gentar; serta staf keuangan Lippo Cikarang Sri Tuti. Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka yang sama.
 
KPK terus mendalami skandal suap Lippo Group ini. Salah satu yang tengah gencar ditelusuri penyidik ialah sumber uang suap Meikarta, yang diduga berasal dari Lippo Group.
 
Saksi-saksi dari Lippo Group sudah dimintai keterangan terkait hal ini. Mereka antara lain Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, CEO Lippo Group James Riady, dan mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk Toto Bartholomeus.
 
Presiden Direktur PT Lippo Karawaci Tbk Ketut Budi Wijaya dan Corporate Affairs Siloam Hospital Group Josep Christoper Mailool juga diusut. Direktur Keuangan PT Lippo Cikarang Tbk Soni dan Direktur Keuangan PT Lippo Karawaci Tbk Richard Setiadi pun dipanggil.
 
Teranyar, Direktur Keuangan PT Mahkota Sentosa Utama (PT MSU) Hartono diperiksa penyidik. Dari semua pemeriksaan itu, terungkap adanya sejumlah pertemuan antara petinggi Lippo Group dengan Bupati nonaktif Bekasi Neneng Hassanah Yasin.
 
James Riady mengakui pernah bertemu dengan alasan silaturahmi atas persalinan Neneng. Tak hanya James, Billy Sindoro juga mengaku dua kali bertemu Neneng.
 
Pertemuan pertama untuk memberi selamat atas persalinan Neneng. Pada pertemuan kedua, Billy dan Neneng membahas soal pembangunan Rumah Sakit (RS) Siloam di Meikarta.
 
Meikarta adalah salah satu proyek prestisius Lippo Group. Penggarap proyek Meikarta ialah PT Mahkota Sentosa Utama, anak usaha dari PT Lippo Cikarang Tbk. Sementara itu, PT Lippo Cikarang Tbk di bawah naungan Lippo Group.
 
Secara keseluruhan, nilai investasi proyek Meikarta ditaksir mencapai Rp278 triliun. Meikarta menjadi proyek terbesar Lippo Group selama 67 tahun grup bisnis milik Mochtar Riady itu berdiri.
 
Dalam kasus ini, Billy Sindoro diduga memberikan uang Rp7 miliar kepada Neneng dan anak buahnya. Uang itu diduga bagian dari fee yang dijanjikan sebesar Rp13 miliar terkait proses pengurusan izin proyek Meikarta.



(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id