Jakarta: Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) bakal menghadapi banyak tantangan. Keamanan wilayah perbatasan dinilai menjadi salah satu tantangan yang harus diselesaikan.
"Menjadi tantangan ke depan, perbatasan, zona ekonomi ekslusif (ZEE), illegal fishing, illegal mining, penyelundupan narkoba, penyelundupan TKI," kata KSAL Laksamana TNI Ade Supandi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 19 April 2018.
Ade akan purnatugas sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) pada 1 Juni 2018. Ia berharap penerusnya bisa melanjutkan program-program yang ia rintis. Terutama pada pembinaan prajurit, pemeliharaan alutsista, dan menjamin kesiapan operasional angkatan laut untuk melaksanakan fungsi pertahanan negara di perairan.
Ia juga ingin kerja sama yang telah dibangun dengan instansi lain dijaga bahkan ditingkatkan. Kerja sama tersebut dapat membantu TNI AL menjalankan tugas mengamankan keutuhan negara.
"Instansi itu penting karena zaman now tantangan cepat berubah, dan berikutnya modus-modus banyak bervariasi sekarang. Tapi alhamdulillah selama saya memimpin bisa saya selesaikan," tegas dia.
Ade mengaku tak tahu siapa sosok penggantinya. Ia juga tak memberikan saran kepada Presiden Joko Widodo.
"Saya enggak ngasih saran, saya punya kaderisasi A B C D E F itu saja," ucap dia.
Menurut Ade, banyak perwira tinggi di TNI AL yang profesional dan bisa melanjutkan program kerjanya.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan