KPK Dalami Pertemuan Bos Lippo dengan Neneng
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. MI/Rommy Pujianto
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami isi pertemuan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dengan sejumlah pihak. Khususnya, pertemuan dengan CEO Lippo Group James Riady dan petinggi Lippo Group lainnya.

Percakapan Neneng dengan James dan pihak Lippo Group lain itu didalami melalui keterangan para saksi. Termasuk, tiga saksi yang diperiksa hari ini yakni Kabid PSDA Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Daniel Firdaus, pengawal pribadi Bupati Bekasi Asep Efendi dan Kabid di bagian hukum Pemkab Bekasi Joko Mulyono.

"Yang didalami dugaan pertemuan antara bupati dengan pihak lain terkait dengan proyek Meikarta tentu saja," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 13 November 2018.


Tak hanya soal pertemuan, kata Febri, dari ketiga saksi itu penyidik juga mengonfirmasi skandal proses perizinan pembangunan Meikarta. Kuat dugaan, ada pemalsuan data terkait pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta.

"Jadi itu juga menjadi bagian dari penelusuran lebih lanjut yang dilakukan oleh tim KPK saat ini karena kami tentu saja harus membuktikan dugaan suap terhadap Pemkab di Bekasi tersebut adalah terkait dengan perizinan," pungkasnya.

Meikarta merupakan salah satu proyek prestisius milik Lippo Group. Penggarap proyek Meikarta ialah PT Mahkota Sentosa Utama, yang merupakan anak usaha dari PT Lippo Cikarang Tbk. Sementara PT Lippo Cikarang Tbk di bawah naungan Lippo Group.

Secara keseluruhan, nilai investasi proyek Meikarta ditaksir mencapai Rp278 triliun. Meikarta menjadi proyek terbesar Lippo Group selama 67 tahun grup bisnis milik Mochtar Riady itu berdiri.

KPK tengah gencar menelusuri sumber uang suap Meikarta, yang diduga berasal dari Lippo Group. Tercatat, mereka dari Lippo Group yang sudah dimintai keterangan terkait hal ini antara lain Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, CEO Lippo Group James Riady, dan mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk Toto Bartholomeus.

Kemudian Presiden Direktur PT Lippo Karawaci Tbk Ketut Budi Wijaya, Corporate Affairs Siloam Hospital Group Josep Christoper Mailool, Direktur Keuangan PT Lippo Cikarang Tbk Soni dan Direktur Keuangan PT Lippo Karawaci Tbk Richard Setiadi.

Teranyar, giliran Direktur Keuangan PT Mahkota Sentosa Utama (PT MSU) Hartono diperiksa penyidik. Dari semua pemeriksaan itu, terungkap juga adanya pertemuan-pertemuan antara petinggi Lippo Group dengan Neneng.

Salah satunya, James Riady yang mengakui pernah bertemu dengan Neneng dengan alasan silaturahmi persalinan Neneng. Tak hanya James, Eddy Sindoro juga mengaku dua kali bertemu Neneng.

Pertemuan pertama dilakukan untuk memberi selamat atas persalinan Neneng. Sedangkan pada pertemuan kedua, Eddy dan Neneng membahas soal pembangunan Rumah Sakit (RS) Siloam di Meikarta.

Dalam kasus ini, Billy Sindoro diduga memberikan uang Rp7 miliar kepada Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan anak buahnya. Uang itu diduga bagian dari fee yang dijanjikan sebesar Rp13 miliar terkait proses pengurusan izin proyek Meikarta.



(AGA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id