Otto Cornelis Kaligis keluar dari gedung KPK.. Foto: Antara/Vitalis Yogi.
Otto Cornelis Kaligis keluar dari gedung KPK.. Foto: Antara/Vitalis Yogi.

Hukuman Naik Jadi 7 Tahun, Kaligis Ajukan Kasasi

Nasional oc kaligis
Yogi Bayu Aji • 03 Juni 2016 16:31
medcom.id, Jakarta: Otto Cornelis Kaligis akan mengajukan kasasi karena hukumannya diperberat dari 5,5 tahun menjadi 7 tahun. Kaligis merasa hukuman untuknya lebih berat ketimbang pihak lain yang terlibat.
 
"Lima setengah tahun aja dia enggak mau terima. Putusan PT itu kita anggap tidak benar," kata Humphrey Djemat, pengacara Kaligis, Jumat (3/6/2016).
 
Kaligis diketahui terlibat dugaan suap kepada hakim dan panitera Pengadilan Tata Usaha Negara Medan. "Kita menyatakan pak OC bukan OTT (operasi tangkap tangan). Bukan dia yang di-OTT, tapi pihak lain. Terus terang saja hukumannya yang lain lebih rendah dari pak OC," kata Humphrey.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Humphrey berharap, hakim di tingkat kasasi bisa memberikan hukuman seringan-ringannya kepada Kaligis. Pasalnya, kata dia, kliennya sudah berumur 77 tahun. "Keluarga mereka juga sedih. Mereka berharap kasasinya bisa meringankan," ujarnya.
 
Sebelumnya, 17 Desember 2015, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi DKI Jakarta menghukum Kaligis penjara 5 tahun 6 bulan dan denda Rp300 juta subsider 4 bulan kurungan. Putusan ini lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum di KPK, yakni 10 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 4 bulan kurungan.
 
Hukuman Naik Jadi 7 Tahun, Kaligis Ajukan Kasasi
Gubernur nonaktif Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan istrinya Evy Susanti. Foto: Antara/Puspa Perwitasari
 

Kaligis dianggap bersalah memberikan duit sejumlah SGD5 ribu dan USD15 ribu pada Hakim Ketua PTUN Tripeni Irianto, dan masing-masing USD5 ribu pada hakim anggota PTUN Dermawan Ginting dan Amir Fauzi. Sementara, Panitera PTUN Syamsir Yusfan mendapat USD2 ribu.
 
Suap untuk mempengaruhi putusan perkara pengujian kewenangan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara atas penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana korupsi dana bantuan sosial (Bansos), Bantuan Daerah Bawahan (BDB), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan tunggakan Dana Bagi Hasil (DBH), dan penyertaan modal pada sejumlah BUMD pada Pemerintah Provinsi Sumut. Seluruh perkara itu ditangani Hakim Tripeni Cs.
 
Dalam menyuap tiga hakim dan seorang panitera itu, Kaligis didakwa bersama-sama dengan beberapa pihak lain. Mereka adalah anak buahnya M. Yagari Bhastara alias Gary, Gubernur nonaktif Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan istrinya Evy Susanti.
 
Gatot dan Evy dihukum 3 tahun penjara. Gary dihukum 2 tahun penjara. Syamsir Yusfan dihukum 3 tahun penjara. Tripeni, Amir, dan Dermawan dihukum 2 tahun penjara.
 

(FZN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif