Rilis kasus kecurangan seleksi calon aparatur sipil negara (CASN) Tahun 2021. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Rilis kasus kecurangan seleksi calon aparatur sipil negara (CASN) Tahun 2021. Medcom.id/Siti Yona Hukmana

359 dari 440 Peserta yang Lolos ASN dengan Curang Didiskualifikasi

Nasional polri pns Penegakan Hukum ASN CPNS Penipuan CPNS
Siti Yona Hukmana • 25 April 2022 19:25
Jakarta: Sebanyak 440 peserta calon aparatur sipil negara (CASN) 2021 terbukti lolos dengan kecurangan. Sebanyak 359 peserta di antaranya telah didiskualifikasi.
 
"Telah dijelaskan ada 359 orang yang sudah didiskualifikasi, kemudian 81 orang yang belum didiskualifikasi karena baru kita temukan, " kata Kabag Renops Bareskrim Polri Kombes Samsu Arifin di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin, 25 April 2022.
 
Samsu mengatakan ratusan peserta CASN itu kedapatan tidak menjawab soal sendiri melainkan dibantu orang lain. Dia hanya duduk tanpa menggerakkan kursor dan jawaban di komputer diisi oleh orang lain di luar gedung. Sistem ini dilakukan dengan aplikasi yang telah dipasang di laptop para peserta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Peserta belum ditetapkan tersangka. Polisi baru menjerat sindikat yang memfasilitasi kecurangan tersebut.
 
"Sementara yang kita terapkan adalah dari para pelaku dahulu, dari sindikat yang melakukan perbuatan curang itu," ucap Samsu.
 
Sebanyak 30 orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kecurangan seleksi CASN 2021. Terdiri 21 warga sipil dan sembilan PNS. Dari sembilan tersangka itu dua orang merupakan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) berinisial Drs. M dan N.
 
Mereka ditangkap di 10 wilayah yakni Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Lampung, dan Sulawesi Selatan. Di wilayah Sulawesi Selatan ini ada beberapa lokasi, yaitu Kota Makassar, Tana Toraja, Sidrap, Palopo, Luwu dan Enrekang.
 
Modus operandi para pelaku, yakni memasang sejumlah aplikasi ke laptop yang akan digunakan peserta untuk ujian CPNS. Aplikasi itu seperti remote akses atau remote utilities atau root serve, akses Zoho, remote akses chrome remote desktop. Lalu, menggunakan remote akses Radmin dan remote akses Ultra VNC, DW service, Netop, dan yang terakhir menggunakan perangkat khusus yang dimodifikasi oleh para pelaku atau micspy.
 
Baca: Pelaku Curang Tes PNS 2021 Diduga Menggunakan Uang Suap Rp150-600 Juta
 
Sindikat ini memberi tarif kepada peserta Rp150-600 juta untuk lolos ASN. Mereka beroperasi sejak 2018.
 
Sejumlah barang bukti disita dari para tersangka. Yakni 43 komputer/laptop, 58 handphone, sembilan flashdisk, dan satu DVR.
 
Para tersangka telah ditahan. Mereka dijerat Pasal 46 Jo Pasal 30, Pasal 48 Jo Pasal 32, dan Pasal 50 Jo Pasal 34 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dengan ancaman 12 tahun penjara.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif