Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. MI/Rommy Pujianto.
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. MI/Rommy Pujianto.

Caleg dan Cakada PDIP Wajib Kantongi Sertifikat dari KPK

Candra Yuri Nuralam • 27 Juni 2022 17:33
Jakarta: Program politik cerdas berintegritas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) membuat aturan baru untuk calon legislatif (caleg) dan calon kepala daerah (cakada). Caleg dan cakada dari PDIP wajib memegang sertifikat pelatihan dari KPK.
 
"Di dalam aturan partai akan dimasukkan bahwa setiap calon anggota legislatif harus punya dasar berpikir, sudah mengikuti e-learning tentang pencegahan korupsi. Sehingga itu bisa dimasukkan sebagai syarat caleg," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Kantor Dewas KPK, Jakarta Selatan, Senin, 27 Juni 2022.
 
Selain itu, caleg dan cakada dari PDIP wajib mengikuti psikotes. Tes dan sertifikat pelatihan dari KPK diyakini bisa meminimalisasi penyalahgunaan kekuasaan jika mereka terpilih.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sertifikat dan tes psikologi itu juga diyakini bisa mengukur integritas dan loyalitas calon dari PDIP. Dengan begitu, dia yakin tidak ada kader PDIP yang memegang jabatan berani korupsi.
 
"Jadi komitmen terhadap values, terhadap suatu organisasi, terhadap rules of the game, itu bisa diukur. Maka psikotes di PDI Perjuangan memasukkan itu. Di mana kita punya data semua hasil psikotes. Mas Gibran misalnya, atau Pak Olly Dondokambey," ujar Hasto.
 
Hasto juga mengatakan pihaknya bakal bekerja sama dengan KPK untuk pembuatan sertifikat ini. Sertifikat itu juga diyakini bisa menjadi penataran kader sebelum mencalonkan diri.
 

Baca: KPK Harap PDIP Lahirkan Pemimpin Bersih dari Korupsi


"Nanti ada sertifikasi diberikan secara elektronik yang akan dipakai untuk penyempurnaan rekrutmen caleg dari PDI Perjuangan. Semua harus mengikuti e-learning caleg yang dilakukan oleh KPK," tutur Hasto.
 
Ketua DPP PDIP bidang ideologi dan kaderisasi Djarot Saiful Hidayat mengatakan sertifikat ini diyakini bisa mendorong kadernya untuk menyebarkan pemahaman antikorupsi. Bekal dari KPK diharap bisa disebar lagi di daerahnya masing-masing.
 
"Karena pendidikan  dan pencegahan menjadi porsi paling penting. Dalam pendidikan yang dikuatkan moralnya, jiwanya sehingga betul-betul menjadi jujur berintegritas untuk melawan korupsi," ucap Djarot.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif