Jakarta: Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri meyakini tindakan koruptif bisa dihilangkan dengan cara mendidik keluarga. Lingkungan terkecil itu wajib berintegritas tinggi agar bisa amanah jika ada salah satu anggota keluarga ada yang menjadi pejabat.
"Kehidupan lingkungan terkecil di keluarga ini harus benar-benar kita tanamkan integritas dan kejujuran yang pada akhirnya berdampak pada perilaku kehidupan di luar rumah," kata Firli melalui keterangan tertulis yang dikutip pada Minggu, 31 Juli 2022.
Firli mengatakan guru antikorupsi terbaik dalam lingkungan keluarga adalah ibu. Sosok ibu bisa memberikan nasihat yang tepat ke seluruh anggota keluarganya.
"Istri (ibu) merupakan roda dalam kehidupan berumah tangga, sehingga memiliki peran untuk membangun keluarga dan jiwa keluarga yang antikorupsi, dan itulah hal yang ditanamkan dalam kegiatan ini," tutur Firli.
Seorang ibu juga bisa mengajarkan pentingnya integritas ke anaknya sedari dini. Pola pendidikan ibu untuk menciptakan generasi berintegritas tinggi sangat dibutuhkan Indonesia.
"Tidak perlu ditarget anak dapat nilai berapa, tapi tanamkan semangat juang belajar, terlepas berapa nilai yang dicapai," ujar Firli.
Atas dasar itulah Firli meminta semua masyarakat di Indonesia untuk memulai pencegahan korupsi dari lingkungan keluarga. Dia meyakini korupsi bakal menjadi sejarah jika semua keluarga di Indonesia sudah berintegritas tinggi.
Jakarta: Ketua
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri meyakini tindakan
koruptif bisa dihilangkan dengan cara mendidik keluarga. Lingkungan terkecil itu wajib berintegritas tinggi agar bisa amanah jika ada salah satu anggota keluarga ada yang menjadi pejabat.
"Kehidupan lingkungan terkecil di keluarga ini harus benar-benar kita tanamkan integritas dan kejujuran yang pada akhirnya berdampak pada perilaku kehidupan di luar rumah," kata Firli melalui keterangan tertulis yang dikutip pada Minggu, 31 Juli 2022.
Firli mengatakan guru
antikorupsi terbaik dalam lingkungan keluarga adalah ibu. Sosok ibu bisa memberikan nasihat yang tepat ke seluruh anggota keluarganya.
"Istri (ibu) merupakan roda dalam kehidupan berumah tangga, sehingga memiliki peran untuk membangun keluarga dan jiwa keluarga yang antikorupsi, dan itulah hal yang ditanamkan dalam kegiatan ini," tutur Firli.
Seorang ibu juga bisa mengajarkan pentingnya integritas ke anaknya sedari dini. Pola pendidikan ibu untuk menciptakan generasi berintegritas tinggi sangat dibutuhkan Indonesia.
"Tidak perlu ditarget anak dapat nilai berapa, tapi tanamkan semangat juang belajar, terlepas berapa nilai yang dicapai," ujar Firli.
Atas dasar itulah Firli meminta semua masyarakat di Indonesia untuk memulai pencegahan korupsi dari lingkungan keluarga. Dia meyakini korupsi bakal menjadi sejarah jika semua keluarga di Indonesia sudah berintegritas tinggi.
(JMS)