Bupati nonaktif Bekasi Neneng Hasanah Yasin - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.
Bupati nonaktif Bekasi Neneng Hasanah Yasin - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.

Bupati Neneng Kembalikan Uang Suap Meikarta Rp11 M

Nasional kasus suap OTT KPK OTT Pejabat Bekasi
Kautsar Widya Prabowo • 14 Januari 2019 20:01
Jakarta: Bupati nonaktif Bekasi Neneng Hasanah Yasin mengembalikan lagi sejumlah uang kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pengembalian tersebut diduga merupakan hasil suap dalam proses perizinan proyek Meikarta di Bekasi, Jawa Barat.
 
Juru Bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan sebelumnya sudah dilakukan pengembalian sejumlah Rp2,250 miliar dan 90 ribu Dolar Singapura. Sehingga total hingga saat ini yang telah diterima KPK kurang lebih Rp11 miliar.
 
"Bukti pengembalian ini akan masuk menjadi bagian dari berkas perkara," ujar dia saat dikonfirmasi, di Jakarta, Senin, 14 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya KPK menjelaskan menghargai pengembalian uang itu. Namun, Febri mengatakan langkah itu tidak menghilangkan hukuman yang disangkakan pada Neneng.
 
"Meskipun tidak menghilangkan pidana, sikap kooperatif pasti akan dipertimbangkan sebagai faktor meringankan dalam proses hukum," ujar Febri.
 
Saat ini, KPK tengah menelusuri sumber uang suap Meikarta yang diduga berasal dari Lippo Group. Tercatat, beberapa petinggi Lippo Group sudah dimintai keterangan yakni Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, CEO Lippo Group James Riady, dan mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk Toto Bartholomeus.
 
Kemudian Presiden Direktur PT Lippo Karawaci Tbk Ketut Budi Wijaya, Corporate Affairs Siloam Hospital Group Josep Christoper Mailool, Direktur Keuangan PT Lippo Cikarang Tbk Soni, dan Direktur Keuangan PT Lippo Karawaci Tbk Richard Setiadi.
 
Teranyar, Direktur Keuangan PT Mahkota Sentosa Utama (PT MSU) Hartono. Dari semua pemeriksaan itu, terungkap juga adanya sejumlah pertemuan antara petinggi Lippo Group dengan Neneng.
 
Mereka di antaranya, James Riady dan Eddy Sindoro yang mengaku dua kali bertemu Neneng. Pertemuan pertama dilakukan untuk memberi selamat atas persalinan Neneng. Sedangkan pada pertemuan kedua, Eddy dan Neneng membahas soal pembangunan Rumah Sakit (RS) Siloam di Meikarta.
 
Meikarta merupakan salah satu proyek prestisius milik Lippo Group. Penggarap proyek Meikarta ialah PT Mahkota Sentosa Utama, anak usaha dari PT Lippo Cikarang Tbk. Lippo Cikarang merupakan anak usaha Lippo Group.
 
Secara keseluruhan, nilai investasi proyek Meikarta ditaksir mencapai Rp278 triliun. Meikarta menjadi proyek terbesar Lippo Group selama 67 tahun grup bisnis milik Mochtar Riady itu berdiri.
 
Dalam kasus ini, Billy Sindoro diduga memberikan uang Rp16,182 miliar kepada Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan anak buahnya. Uang itu diduga bagian dari fee yang dijanjikan sebesar Rp13 miliar terkait proses pengurusan izin proyek Meikarta.
 

(SCI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi