Ketua Front Pemuda Muslim Maluku Umar Ohoitenan alias Umar Kei (tengah). Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Ketua Front Pemuda Muslim Maluku Umar Ohoitenan alias Umar Kei (tengah). Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Umar Kei Mengaku Senjata Api untuk Membela Diri

Nasional senjata api
Siti Yona Hukmana • 15 Agustus 2019 16:35
Jakarta: Subdit II Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menyita senjata api jenis revolver dari tangan Ketua Front Pemuda Muslim Maluku Umar Ohoitenan alias Umar Kei. Senjata itu diakui untuk jaga diri.
 
"Senjata api itu untuk jaga diri saja," kata Umar saat konferensi pers di lapangan Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 15 Agustus 2019.
 
Saat memberikan keterangan, Umar juga meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia. Sebab, telah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya juga mohon maaf kepada semua teman-teman yang ada di luar, baik aparat dari Polri dan TNI, terutama keluarga besar saya," ujar Umar.
 
Umar juga siap menerima hukuman atas perbuatannya. Ia berjanji tak akan mengulangi perbuatan itu.
 
Baca: Umar Kei Terancam Hukuman Mati
 
"Hari ini saya menerima hukuman ini, saya bersedia," pungkas Umar.
 
Umar dan tima temannya, AS, ST dan EB ditangkap di Hotel Amaris, Senen, Jakarta Pusat, Senin, 12 Agustus 2019, pukul 16.30 WIB. Mereka langsung digiring ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya.
 
Polisi menyita sejumlah barang bukti dari lokasi penangkapan. Barang bukti tersebut berupa senjata api jenis revolver beserta enam butir peluru, lima plastik narkoba jenis sabu-sabu, lima buah telepon genggam, dan satu power bank.
 
"Tiga klip narkoba jenis sabu ditemukan di kamar hotel, dua lagi disimpan dalam tas di sebuah mobil. Sabu itu seberat 2,91 gram," beber Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.
 
Umar dan tiga tersangka itu dikenakan Pasal 114, Pasal 112, Pasal 132 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Kemudian, Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api ilegal.
 
"Ancamannya maksimal 20 tahun sampai seumur hidup," pungkas Argo.

 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif