Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. MI/Susanto.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. MI/Susanto.

Umar Kei Sudah 14 Tahun Mengonsumsi Sabu

Nasional narkoba
Siti Yona Hukmana • 15 Agustus 2019 15:33
Jakarta: Ketua Front Pemuda Muslim Maluku Umar Ohoitenan alias Umar Kei (UK) ditangkap atas penggunaan narkoba jenis sabu. Ia mengaku mengonsumsi barang haram itu selama 14 tahun.
 
"Yang bersangkutan UK ini mengaku menggunakan sabu sejak 2005," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Kamis, 15 Agustus 2019.
 
Umar diringkus bersama tiga rekannya, yakni berinisial AS, ST, dan EB. "Tiga orang ini mengaku baru mengonsumsi sabu satu tahun," ujar Argo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Argo memerinci peran keempat tersangka yang ditangkap tersebut. UK berperan sebagai pemilik uang, AS sebagai tangan kanan yang membawa uang, ST berperan sebagai orang yang membeli ke EB.
 
Baca: Umar Kei Terancam Hukuman Mati
 
"EB mengambil barang di Kramat Pulo, Senen, Jakarta Pusat dari tersangka IK yang saat ini kita sedang cari (DPO)," ungkap Argo.
 
Umar dan lima temannya ditangkap di Hotel Amaris, Senen, Jakarta Pusat, Senin, 12 Agustus 2019, pukul 16.30 WIB. Mereka langsung digiring ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya.
 
Polisi menyita sejumlah barang bukti dari lokasi penangkapan. Barang bukti tersebut berupa senjata api jenis revolver beserta enam butir peluru, lima plastik narkoba jenis sabu-sabu, lima buah telepon genggam, dan satu power bank.
 
"Tiga klip narkoba jenis sabu ditemukan di kamar hotel, dua lagi disimpan dalam tas di sebuah mobil. Sabu itu seberat 2,91 gram," beber Argo.
 
Umar dan tiga tersangka itu dikenakan Pasal 114, Pasal 112, Pasal 132 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Kemudian, Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api ilegal.
 
"Ancamannya maksimal 20 tahun sampai seumur hidup," pungkas Argo.

 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif